Siswa SD di Lebak Trauma Dituduh Memalak, Pihak Sekolah Klarifikasi
Senin, 15 September 2025 | 14:32 WIB
Lebak, Beritasatu.com - Seorang siswa kelas 2 SD Negeri 2 Selaraja, asal Kampung Sampai Tengah, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, bernama Rafardan Ferdian (7), mengalami trauma setelah dituduh memalak dan mem-bully siswa kelas 1 oleh pihak sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritasatu.com, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (12/9/2025) pagi saat kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah. Menurut pengakuan orang tua siswa, Nurlita (27), anaknya dituduh memalak siswa kelas 1 perempuan tanpa bukti.
"Setiap hari saya menemani anak saya ke sekolah. Mulai dari lapangan, toilet, kantin, selalu saya dampingi. Anak saya mendapat uang jajan Rp 10.000 per hari, jadi tidak mungkin dia memalak," kata Nurlita kepada Beritasatu.com saat ditemui di sekolah, Senin (15/9/2025).
"Katanya setiap pagi jam 7 jam 8 dipalak. Sedangkan pagi jam 7 lewat itu sama saya datang ke sekolahan. Langsung sarapan ke dalam kelas. Sesudah sarapan, langsung ada guru," tambahnya.
Nurlita juga menuturkan, selain anaknya dituduh memalak dan mem-bully, anaknya tersebut juga sempat mendapatkan ancaman dari pihak sekolah.
"Kepala sekolah bilang kalau anak saya melakukan hal itu lagi, akan dipenjarakan ke penjarakan anak kecil. Sekarang anak saya sakit dari hari Jumat (12/9/2025) sore panas sampai sekarang, tidak mengikuti UTS," ujarnya.
Nurlita menyampaikan, kasus ini bukan yang pertama kali dialami anaknya. Saat masih kelas 1, justru Rafardan pernah dikeroyok oleh lima siswa lain. Namun, kata Nurlita, pihak sekolah tidak mengambil tindakan tegas.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Selaraja, Oom Komariah membantah adanya tekanan kepada siswa. Ia menyebut pihaknya hanya melakukan klarifikasi atas laporan yang diterima dari guru dan orang tua siswa kelas 1.
"Saya tidak menekan siswa atau orang tua. Kami hanya ingin membentuk karakter siswa menjadi lebih baik. Bahkan pada saat klarifikasi, orang tua kedua belah pihak kami hadirkan," kata Oom Komariah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/9/2025).
Ia menambahkan, guru kelas akan melakukan kunjungan rumah (home visit) untuk memastikan kondisi anak dan menindaklanjuti persoalan tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




