Isak Tangis Sambut Jenazah Anggit di Rumah Duka di Tangsel
Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:05 WIB
Tangerang Selatan, Beritasatu.com - Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman almarhum Anggit Bima Wicaksana di Perumahan Graha Raya, Bintaro, Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, setelah jenazah tiba dan langsung disambut isak tangis keluarga serta kerabat.
Jenazah almarhum yang berada di dalam peti dibawa dengan pengawalan langsung oleh Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman.
Menteri menyampaikan bahwa almarhum dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas kenegaraan.
“Banyak hal yang berkesan dari almarhum. Kepemimpinannya luar biasa dan pengabdiannya sangat tinggi. Kami berharap almarhum husnul khotimah,” ujar Muhammad di rumah duka, Rabu (20/10/2025).
Muhammad menyebut, Kementerian Transmigrasi akan memberikan penghargaan atas jasa almarhum yang telah berjuang demi negara, meskipun sebelumnya sempat dicegah oleh keluarga untuk berangkat ke Papua.
“Kami sedang mempertimbangkan pemberian penghargaan atas jasa-jasa almarhum. Ayahanda almarhum sempat mencegah keberangkatannya, tetapi almarhum tetap teguh ingin mengabdi,” ungkap Muhammad.
Menurut Muhammad, almarhum Anggit pernah menyampaikan keinginannya untuk mengamalkan ilmu demi masyarakat Papua. Pesan tersebut menjadi warisan terakhirnya bagi Kementerian Transmigrasi.
“Beliau mengatakan ingin mengamalkan ilmunya untuk rakyat Papua. Ini pesan yang sangat menginspirasi para patriot transmigrasi,” katanya.
Dengan wafatnya almarhum saat menjalankan tugas, Kementerian Transmigrasi memberikan penghormatan tinggi tidak hanya untuk almarhum, tetapi juga untuk seluruh patriot yang mengabdi di daerah transmigrasi.
Argan Yoga, kakak almarhum, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Transmigrasi yang telah menerima adiknya untuk mengabdi demi negara.
“Saya berterima kasih kepada tim kementerian dan tim ekspedisi patriot yang telah menerima adik saya berjuang di Papua,” ujar Argan.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas pengantaran jenazah adiknya hingga tiba di rumah duka dengan lancar. “Terima kasih atas penjemputan dan pengawalan jenazah adik saya. Ini adalah bentuk penghormatan yang sangat berarti bagi keluarga,” tambah Argan.
Diketahui, Anggit Bima Wicaksana meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di kawasan transmigrasi Bomberey, Tomage, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua. Saat itu, almarhum tergelincir akibat kondisi jalan licin dan tertabrak truk dari arah berlawanan.
Jenazah almarhum rencananya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




