ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RSUD Adjidarmo Kebanjiran Pasien! DBD Meledak Akibat Cuaca Ekstrem

Sabtu, 22 November 2025 | 13:04 WIB
B
DM
Penulis: Budiman | Editor: DM
Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lebak dalam beberapa hari terakhir memicu lonjakan signifikan pasien di RSUD Adjidarmo, Lebak, Banten. Pada Sabtu (22/11/2025), jumlah pasien yang datang untuk berobat melonjak hingga puluhan orang, didominasi kasus demam berdarah dengue (DBD).
Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lebak dalam beberapa hari terakhir memicu lonjakan signifikan pasien di RSUD Adjidarmo, Lebak, Banten. Pada Sabtu (22/11/2025), jumlah pasien yang datang untuk berobat melonjak hingga puluhan orang, didominasi kasus demam berdarah dengue (DBD). (Beritasatu.com/Budiman)

Lebak, Beritasatu.com - Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lebak dalam beberapa hari terakhir memicu lonjakan signifikan pasien di RSUD Adjidarmo, Lebak, Banten. Pada Sabtu (22/11/2025), jumlah pasien yang datang untuk berobat melonjak hingga puluhan orang, didominasi kasus demam berdarah dengue (DBD).

Direktur RSUD Adjidarmo, Budhi Mulyanto, membenarkan peningkatan tersebut. “Sangat meningkat. Pagi tadi pasien sampai 70 orang, bahkan kemarin mencapai 80 pasien. Sebagian besar terkait cuaca, salah satunya DBD,” ujarnya.

Menurut Budhi, meski jumlah kasus meningkat, sebagian besar pasien DBD dapat pulih tanpa perawatan intensif. “DBD bisa sembuh sendiri asalkan imun tubuh kuat. Dari seluruh kasus, hanya sekitar 10% yang memerlukan perawatan,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Pasien tanpa gejala berat, seperti pendarahan, disarankan mendapatkan perawatan di klinik atau puskesmas. “Kalau belum ada pendarahan biasanya cukup ditangani di layanan dasar. Ke rumah sakit itu kalau sudah ada pendarahan dan gejala lainnya,” tambahnya.

Budhi menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui Gerakan 3M, menguras, menutup, dan menimbun, serta penggunaan larvasida apabila perlu, untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. “Itu perlu dilakukan agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan fogging bukan solusi jangka panjang. “Fogging sifatnya lokal, hanya membunuh nyamuk dewasa. Jentiknya tetap ada,” jelas Budhi.

Dengan curah hujan yang diperkirakan masih tinggi, ia mengimbau masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungan. “Bukan hanya tenaga kesehatan, semua pihak harus berperan, terutama menjaga lingkungan tempat tinggal masing-masing,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon