ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pergerakan Tanah Cikulur Lebak Kian Parah, 15 Rumah Ambruk

Minggu, 28 Desember 2025 | 10:28 WIB
B
HH
Penulis: Budiman | Editor: HP
Bencana pergerakan tanah kembali menegaskan tingginya kerentanan wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sedikitnya 15 rumah warga rusak berat hingga ambruk akibat pergerakan tanah aktif yang terjadi di Kecamatan Cikulur.
Bencana pergerakan tanah kembali menegaskan tingginya kerentanan wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sedikitnya 15 rumah warga rusak berat hingga ambruk akibat pergerakan tanah aktif yang terjadi di Kecamatan Cikulur. (Beritasatu.com/Budiman)

Lebak, Beritasatu.com - Bencana pergerakan tanah di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, kian mengkhawatirkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sedikitnya 15 rumah warga mengalami rusak berat hingga ambruk, sementara puluhan rumah lainnya dilaporkan mengalami kerusakan ringan.

Peristiwa tersebut berdampak pada sejumlah desa, yakni Desa Sumur Bandung, Desa Cigorong, Desa Cigorong Utara, Desa Anggalan, dan Desa Muara Dua. Seluruh rumah yang mengalami kerusakan berat dinyatakan tidak layak huni dan memerlukan penanganan serius, termasuk kemungkinan relokasi warga terdampak.

Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, hasil pendataan sementara menunjukkan seluruh rumah yang terdampak di Cikulur masuk dalam kategori rusak parah akibat pergerakan tanah yang masih aktif.

ADVERTISEMENT

“Untuk Kecamatan Cikulur, rumah yang rusak berat jumlahnya 15 unit. Semuanya masuk kategori rusak parah,” ujar Febby kepada Beritasatu.com, Minggu (28/12/2025).

Menurut Febby, rumah-rumah tersebut tersebar di desa-desa yang berada di zona rawan pergerakan tanah. Kondisi tanah yang labil, ditambah curah hujan tinggi, diduga menjadi pemicu utama terjadinya bencana tersebut. Hingga kini, BPBD masih melakukan pendataan lanjutan terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan ringan.

“Data rumah rusak ringan masih kami rekap. Nanti akan kami sampaikan secara lengkap,” katanya.

Lebih lanjut, Febby menegaskan, pergerakan tanah di Cikulur bukanlah kejadian yang berdiri sendiri. Secara geografis, Kabupaten Lebak termasuk wilayah dengan tingkat kerentanan pergerakan tanah yang tinggi.

Berdasarkan peta kerentanan yang rutin dirilis Badan Geologi, hampir seluruh kecamatan di Lebak masuk dalam zona rawan.

“Dari 28 kecamatan, 27 kecamatan memiliki risiko pergerakan tanah menengah hingga tinggi. Hanya Kecamatan Rangkasbitung, yang masuk kategori rendah,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadikan pergerakan tanah sebagai ancaman laten yang dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Lebak, dengan pemicu yang beragam dan tidak bisa disamaratakan. BPBD menilai, penyebab pergerakan tanah harus dilihat secara spesifik di setiap lokasi.

“Faktor utamanya bisa jenis tanah, pembebanan tanah, hingga curah hujan. Namun, setiap kasus harus dilihat secara spesifik,” tutur Febby.

Ia mencontohkan peristiwa Curug Panjang pada 2022, di mana Badan Geologi menemukan mahkota longsoran yang mengharuskan puluhan rumah direlokasi. Sementara itu, di Cihara pada 2024, pergerakan tanah dipicu ketiadaan saluran pembuangan air dan beban tanah berlebih.

Untuk kejadian terbaru di Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng, BPBD mencatat kondisi tanah yang mudah pecah, keberadaan kolam ikan sebagai beban tambahan, serta hujan lebat sebagai pemicu utama. Adapun wilayah Cikulur dinilai memiliki karakteristik unik dengan cakupan pergerakan tanah yang luas.

“Secara parsial kelihatannya kecil, tetapi kalau dilihat peta besarnya, pergerakan tanah di Cikulur itu cukup masif, mulai dari Curug Panjang, Cigorong Utara, sampai Sumur Bandung,” ungkapnya.

Secara historis, wilayah Cikulur juga pernah mengalami pergerakan tanah besar pada era 1980-an yang berdampak pada puluhan rumah warga. BPBD mengimbau masyarakat di wilayah rawan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan berintensitas tinggi, serta segera melapor jika muncul tanda-tanda lanjutan seperti retakan tanah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tanah Bergerak di Lebak Kian Parah, Warga Tidur Selalu Waswas

Tanah Bergerak di Lebak Kian Parah, Warga Tidur Selalu Waswas

BANTEN
Tertinggi dalam 5 Tahun, BPBD Lebak Catat 41 Pergerakan Tanah

Tertinggi dalam 5 Tahun, BPBD Lebak Catat 41 Pergerakan Tanah

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon