ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wabup Lebak Tagih Janji Pusat Bangun Huntap Korban Banjir Lebakgedong

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:05 WIB
B
SM
Penulis: Budiman | Editor: SMR
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah.
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah. (Beritasatu.com/Budiman)

Lebak, Beritasatu.com - Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menagih janji Pemprov Banten dan pemerintah pusat yang belum membangun hunian tetap (huntap) untuk korban banjir bandang di Kecamatan Lebakgedong meski bencana sudah 6 tahun berlalu. 

"Sudah 6 tahun huntap tidak dibangun. Artinya, pencanangan bencana nasional oleh pusat itu tidak dilaksanakan. Kalau memang tidak sanggup membangun, cabut saja pernyataan bencana nasionalnya," ujar Amir Hamzah kepada wartawan di Lebak, Selasa (13/1/2026). 

Amir mengaku banyak warga korban banjir Lebakgedong sudah bertahun-tahun menempati hunian sementara (huntara). Sekarang mereka mengeluh karena huntap yang dijanjikan sampai kini belum ada.

ADVERTISEMENT

Amir membandingkan kondisi infrastruktur di daerah lain yang dinilai mendapat perhatian lebih serius, sementara warga Lebakgedong masih hidup dalam keterbatasan. Ia mengaku malu karena hingga kini pemerintah daerah belum mampu memberikan solusi permanen bagi warganya.

"Kita ini prihatin. Jalan di Bogor saja lebih bagus dari Lebak. Di sini sudah 6 tahun, malu saya," katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Lebak sejatinya telah berupaya semaksimal mungkin sesuai kemampuan anggaran yang dimiliki. Sejumlah alat berat bahkan telah dikirim untuk melakukan pembersihan dan penanganan awal pascabencana. Namun, keterbatasan fiskal daerah menjadi penghambat utama pembangunan huntap.

"Kita sudah clearing sesuai kemampuan. Kita kirim alat, tetapi kemampuan kita hanya sampai situ. Kalau pusat tidak membangun, bilang saja tidak mampu," ujarnya.

Amir juga mengungkapkan anggaran Kabupaten Lebak tahun ini mengalami pemotongan signifikan hingga Rp 118 miliar. Kondisi tersebut semakin mempersempit ruang fiskal daerah untuk melakukan intervensi besar, termasuk pembangunan hunian permanen bagi korban bencana.

"Duit kita tidak ada. Kalau ada, sudah saya bangun. Tahun ini dipotong Rp 118 miliar," tegasnya.

Di sisi lain, ia menyebut Pemprov Banten tidak bersedia mencabut status bencana nasional, namun juga belum menunjukkan langkah konkret untuk menuntaskan persoalan Huntara di Lebakgedong. Jika Kabupaten Lebak memaksakan pembangunan Huntap dengan anggaran sendiri, dampaknya akan mengorbankan program pembangunan lainnya.

"Kalau kita bangun, yang lain harus kita stop. Jadi seolah-olah yang miskin Lebak ini disuruh bangun sendiri," kata Amir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Banjir dan Longsor Buat Sejumlah Akses Jalan Provinsi di Lebak Putus

Banjir dan Longsor Buat Sejumlah Akses Jalan Provinsi di Lebak Putus

BANTEN
Banjir Hanyutkan 425 Ayam Petelur, Bumdes di Lebak Rugi Rp 200 Juta

Banjir Hanyutkan 425 Ayam Petelur, Bumdes di Lebak Rugi Rp 200 Juta

BANTEN
Dampak Hujan Seharian, Banjir dan Longsor Terjang 3 Kecamatan di Lebak

Dampak Hujan Seharian, Banjir dan Longsor Terjang 3 Kecamatan di Lebak

BANTEN
Banjir dan Longsor Terjang Lebak, 50 Hektare Sawah Terendam

Banjir dan Longsor Terjang Lebak, 50 Hektare Sawah Terendam

BANTEN
Banjir Bandang-Longsor Terjang 6 Kecamatan di Lebak, 1 Ponpes Hanyut

Banjir Bandang-Longsor Terjang 6 Kecamatan di Lebak, 1 Ponpes Hanyut

BANTEN
Kawasan Baduy Lebak Diterjang Banjir, Air Capai 50 Cm

Kawasan Baduy Lebak Diterjang Banjir, Air Capai 50 Cm

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon