Pesantren Kilat di Ciledug: Hafal Al-Qur’an Pakai Gerakan
Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:51 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Majelis Taklim Raudhatul Jannah menggelar pesantren kilat Ramadan bertajuk “Menghafal Al-Qur’an Semudah Tersenyum” di Masjid Jami Nurul Ikhlas, Puri Beta, Ciledug, Kota Tangerang, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan ini dipandu Ustazah Risma Budiyani menggunakan metode Askar Kauny yang dipopulerkan oleh Bobby Herwi Bowo. Metode tersebut menggabungkan hafalan ayat dengan pemahaman arti melalui gerakan tangan.
Ustazah Risma menjelaskan, metode Askar Kauny tidak hanya menekankan hafalan lafaz Arab, tetapi juga pemahaman makna setiap ayat secara bersamaan. “Pesantren kilat ini menghafal Al-Qur’an semudah tersenyum. Kami tidak hanya menghafal Arabnya, tetapi sekaligus memahami artinya,” ujarnya.
Teknik yang digunakan berupa gerakan tangan yang mewakili makna tertentu dari ayat. Dengan cara tersebut, peserta dinilai lebih mudah mengingat sekaligus memahami isi kandungan ayat.
Menurutnya, aktivitas motorik, seperti gerakan tangan dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat saat menghafal. Kegiatan yang berlangsung hingga waktu Asar itu ditargetkan mampu menyelesaikan satu surah sepanjang 30 ayat lengkap dengan artinya dalam satu hari.
Mayoritas peserta merupakan anak yatim dan duafa dari wilayah sekitar Ciledug. Namun, kegiatan ini juga diikuti masyarakat umum dari Jabodetabek, bahkan satu peserta datang langsung dari Jepang.
Pada akhir kegiatan, panitia menggelar bakti sosial berupa santunan dari para donatur dan sponsor. “Insyaallah kegiatan ini rutin kami selenggarakan setiap Ramadan dengan lokasi masjid yang berbeda-beda,” tambah Risma.
Peserta termuda tercatat berusia enam tahun, sedangkan yang tertua berusia 70-an tahun. Salah satu peserta, Imran Akai, mengaku datang dari Jepang untuk mengikuti kegiatan tersebut. Ia merupakan warga Jakarta yang telah 25 tahun menetap di Osaka.
“Saya pertama kali ikut pesantren kilat Ustazah Risma di Tokyo, lalu di Osaka, dan ini yang ketiga di Jakarta. Setiap ikut selalu dapat tambahan ilmu dengan cepat,” ujarnya.
Selama dua setengah tahun mengikuti metode Askar Kauny, Imran mengaku hafalannya semakin bertambah. Ia bahkan membagikan metode tersebut kepada suaminya yang mualaf serta anak-anaknya di Jepang.
Peserta lainnya, Medina Aulia Putri, juga merasakan manfaat metode tersebut. “Biasanya menghafal tanpa gerakan. Sekarang pakai gerakan jadi lebih mudah dimengerti dan menyenangkan,” katanya.
Melalui pesantren kilat Ramadan ini, penyelenggara berharap semakin banyak masyarakat yang terinspirasi menghafal Al-Qur’an bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, mudah, dan penuh makna.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




