Banjir Parah di Cipondoh, 210 Warga Terpaksa Mengungsi
Selasa, 5 Mei 2026 | 11:30 WIB
Tangerang, Beritasatu.com – Banjir dengan ketinggian air mencapai 180 sentimeter merendam ratusan rumah warga di Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Sebanyak 700 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut, sementara ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Lurah Petir, Budi Wasono, mengatakan banjir dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi di wilayah hulu, terutama Bogor, yang berdampak pada meningkatnya debit air di kawasan Cipondoh.
“Banjir mulai terjadi sekitar pukul 23.22 WIB. Dalam waktu kurang lebih 30 menit, air sudah masuk ke permukiman warga,” ujar Budi di lokasi, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, banjir merendam tiga rukun warga (RW), yakni RW 05, RW 06, dan RW 07. Dari total 700 KK yang terdampak, sekitar 210 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah titik penampungan sementara.
“Pengungsi tersebar di beberapa lokasi, seperti di Masjid Nurul Yakin sekitar 80 orang, Masjid Nurul Iman sekitar 20 orang, wilayah Jagal sekitar 70 orang, dan di Al Wahab sekitar 50 orang,” tambahnya.
Ketinggian air di wilayah terdampak bervariasi, mulai dari 40 sentimeter hingga mencapai 180 sentimeter di beberapa titik. Menurut Budi, salah satu penyebab utama banjir adalah tersumbatnya aliran air akibat tumpukan sampah di Jembatan Candulan.
“Aliran air tersumbat sampah di jembatan, sehingga meluap dan masuk ke permukiman warga,” tambah Budi.
Selain faktor tersebut, kondisi geografis Kampung Candulan yang berada di dataran rendah juga membuat kawasan itu rawan terendam ketika debit air meningkat. Meski demikian, Budi memastikan upaya penanggulangan telah dilakukan secara maksimal.
“Untuk tanggul sudah optimal, namun karena debit air tinggi, air tetap mengalir ke daerah yang lebih rendah,” tandasnya.
Sebagai langkah penanganan jangka panjang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berencana melakukan normalisasi dan pelebaran kali guna mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.
Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi akses jalan utama, termasuk Jalan KH Ahmad Dahlan yang menjadi jalur penghubung antara Kota Tangerang dan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan mobilitas menjadi terbatas.
Warga pun diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan di wilayah hulu masih tergolong tinggi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




