Arus Balik, Polresta Tangerang Siapkan 7 Pos Pemeriksaan
Sabtu, 15 Mei 2021 | 17:51 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Polresta Tangerang menyiapkan tujuh pos pemeriksaan untuk menghadapi arus balik pascalibur Lebaran. Petugas nantinya akan bersiaga selama 24 jam di seluruh pos tersebut. Demikian disampaikan Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro, Sabtu (15/5/2021).
"Kita sudah bersiap menghadapi arus balik dari masyarakat pascalibur Lebaran 1442 H dengan menyiagakan tujuh posko yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Tangerang. Petugas akan bersiaga selama 24 jam di lokasi-lokasi penyekatan tersebut seperti di Pos Penyekatan Kedaton, Pos Penyekatan Pertigaan Jenggot Kronjo, Pos Penyekatan Jayanti dan beberapa lainnya," kata Wahyu.
Sejak dua hari pascalebaran, menurut Wahyu, pihaknya telah memutar balik ratusan kendaraan yang hendak masuk ke wilayah Tangerang dan Jakarta.
"Di Pos Penyekatan Jayanti dalam dua hari terakhir telah memutarbalikkan 523 unit kendaraan roda dua dan 274 unit mobil pribadi. Kemudian di Pos Penyekatan Kedaton memutarbalikkan 17 unit kendaraan roda empat atau mobil pribadi dan satu unit bus," ujar Wahyu.
Sementara di Pos Penyekatan Pertigaan Jenggot Kronjo memutarbalikkan satu unit mobil pribadi, Pos Penyekatan Balaraja Timur (tiga unit mobil pribadi), sedangkan Pos Penyekatan Balaraja Barat (12 unit mobil pribadi dan 3 unit bus).
"Jadi totalnya selama dua hari ini kita telah memutarbalikkan 526 kendaraan roda dua, 297 unit mobil pribadi, enam unit bus, dan satu unit kendaraan lainnya," ucap Wahyu.
Wahyu menyatakan selama Operasi Ketupat yang mulai berlaku pada 6 Mei 2021, pihaknya telah melakukan penyekatan kepada para pemudik. Sebanyak 16.016 kendaraan pemudik telah diminta putar balik. Paling banyak penyekatan berada di Pos Penyekatan Jayanti yakni perbatasan antara Kabupaten Tangerang dengan Kabupaten Serang.
"Dari data kami sejak 10 hari ini sudah ada 16.016 kendaraan pemudik yang diputar balik yang didominasi kendaraan roda dua yakni sebanyak 10.508 unit, sedangkan mobil pribadi sebanyak 5.501 unit, bus sebanyak 52 unit, travel 44 unit, lainnya 9 unit," ujar Wahyu.
"Bila dihitung rata-rata satu unit sepeda motor dikendarai dua orang kemudian orang yang menggunakan mobil pribadi yang rata-rata diisi empat orang, maka telah ada sedikitnya 40.000 orang pemudik yang disekat untuk tidak pulang kampung," demikian Wahyu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




