ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pedagang Alkes di Tangerang Batasi Pembelian Tabung Oksigen Isi Ulang

Kamis, 1 Juli 2021 | 20:03 WIB
CF
B
Penulis: Chairul Fikri | Editor: B1
Penjual tabung oksigen dan oksigen isi ulang di Kota Tangerang mengaku kebanjiran order di tengah melonjaknya kasus Covid-19, Kamis, 1 Juli 2021.
Penjual tabung oksigen dan oksigen isi ulang di Kota Tangerang mengaku kebanjiran order di tengah melonjaknya kasus Covid-19, Kamis, 1 Juli 2021. (Beritasatu/Chairul Fikri)

Tangerang, Beritasatu.com - Tingginya kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Tangerang membuat sejumlah penjual alat kesehatan dan tabung isi ulang oksigen kebanjiran pembeli. Mereka pun mulai membatasi pembelian tabung oksigen isi ulang karena jumlahnya semakin langka di pasaran.

"Sejak dua minggu belakangan memang terdapat peningkatan penjualan oksigen isi ulang dan juga tabung isi ulangnya. Peningkatannya hampir 90% dibanding sebelum Lebaran. Untuk mengantisipasinya, kita mulai lakukan pembatasan jumlah pembelian, khususnya bagi masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri agar bisa kebagian semua dan bisa tepat sasaran," ungkap Joko, salah seorang petugas apotek penyedia alat kesehatan dan tabung di Kawasan Modernland, Kota Tangerang, Kamis (1/7/2021).

Saat ini, suplai tabung oksigen isi ulang dan isi ulang oksigennya mulai menipis. Sebagai penyedia alat kesehatan, tabung oksigen, dan isi ulang oksigen, Joko mengaku sangat bergantung pada supplier atau pabrik yang menyediakan tabung oksigennya.

"Dalam sehari sekarang penjualan bisa mencapai 50 tabung isi ulang bahkan lebih. Kita juga tetap jual dengan harga sesuai price list. Kita biasanya menjual satu set tabung dan isinya dengan harga Rp 1.250.000. Lain halnya dengan harga isi ulang oksigen 500 ml seharga Rp 10.000. Namun besok kita belum tahu ke depannya seperti apa, karena memang distributornya semua bilang kosong," lanjutanya.

ADVERTISEMENT

Senada dengan Joko, Ajeng yang juga menjual tabung oksigen dan isi ulang oksigen mengeluhkan kelangkaan tabung oksigen dalam beberapa hari belakangan. Pasalnya, permintaan penjualan tabung oksigen belakangan memang melonjak drastis terlebih saat banyak orang yang menjalani isolasi mandiri.

Ajeng pun berharap ada edukasi khusus bagi penjual dan juga pembeli tabung oksigennya agar tidak menimbulkan kelangkaan. Jika dibiarkan, para pasien yang membutuhkan akan mengalami kesulitan.

"Kalau usaha saya lebih dikhususkan bagi pasien yang dirawat di rumah atau home care. Baik itu pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri atau bukan. Namun sayangnya banyak penjual alat kesehatan yang tidak melakukan pembatasan terhadap penjualan tabung oksigen sehingga membuat tabung oksigen kini langka. Banyak masyarakat yang memiliki penghasilan lebih, lalu langsung membeli enam tabung oksigen sekaligus. Jika tidak diberi batasan pesanan, warga lain yang membutuhkan tidak akan kebagian. Hal inilah yang menyebabkan kelangkaan oksigen saat ini menurut saya," tandasnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon