ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Usung Ganjar di Pilpres 2024, PDIP Bisa Jadi Poros Utama Lahirnya Koalisi Besar

Senin, 24 April 2023 | 13:45 WIB
YP
H
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: HE
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) didampingi Presiden RI Joko Widodo (kiri) dan calon Presiden 2024 yang diajukan PDI Perjuangan Ganjar Pranowo (kanan), saat memberikan keterangan pers bersama di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4/2023).
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (tengah) didampingi Presiden RI Joko Widodo (kiri) dan calon Presiden 2024 yang diajukan PDI Perjuangan Ganjar Pranowo (kanan), saat memberikan keterangan pers bersama di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4/2023). (Dok. PDI Perjuangan)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menilai PDIP bisa menjadi poros utama lahirnya koalisi besar usai menetapkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai capres di Pilpres 2024. Pasalnya, PDIP memiliki capres dengan elektabilitas tertinggi dan masih membutuhkan koalisi lain.

"Tidak tertutup kemungkinan akan lahir koalisi besar dengan poros utamanya adalah PDIP. Sebab, PDIP besar kemungkinan menarik sejumlah partai yang sementara ini sudah memiliki koalisi," ujar Abbas kepada Beritasatu.com, Senin (24/4/2023).

Abbas menuturkan bahwa PDIP pada dasarnya bisa maju sendiri karena sudah memiliki modal administratif untuk mencalonkan sendiri pasangan capres-cawapres dan sudah memiliki tokoh kuat. Namun, kata dia, hal tersebut tidak berarti PDIP tidak butuh koalisi.

ADVERTISEMENT

"Itulah sebabnya, PDIP berpotensi mengubah peta koalisi, bisa kemungkinan menarik sejumlah partai yang sementara ini sudah memiliki koalisi. Yang berpotensi tertarik bukan hanya partai-partai yang ada di KIB (koalisi Indonesia bersatu), melainkan juga partai-partai yang ada di KKIR (koalisi kebangkitan Indonesia raya). Arahnya ke penyederhanaan jumlah koalisi," jelas Abbas.

Lebih lanjut, Abbas menegaskan bahwa perekat utama koalisi adalah figur calon presiden, bukan oleh ideologi atau platform ideologi atau agenda kebijakan yang dijual partai.

"Magnet utamanya adalah tokoh dengan elektabilitas tinggi. Partai-partai akan cenderung berkerumun di sekitar tokoh potensial tersebut," ungkap dia.

Saat ini, kata Abbas, sudah ada tiga koalisi besar dan dua koalisi sudah memiliki tokoh dengan elektabilitas baik. Pertama, koalisi perubahan yang diisi Nasdem, Demokrat dan PKS yang sudah memiliki Anies Baswedan.

Kedua, adalah KKIR yang dibentuk Gerindra dan PKB dengan tokoh sentralnya Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

"Koalisi yang paling rentan berubah adalah KIB yang diisi oleh Golkar, PAN, PPP. Sumber kerentanannya adalah calon. Koalisi ini belum memiliki calon yang kuat," pungkas Abbas.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon