Gubernur Lemhannas Ungkap Pemilu 2024 Akan Berlangsung dalam Situasi Tidak Stabil
Senin, 8 Mei 2023 | 11:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto mengungkapkan, Pemilu 2024 akan berlangsung dalam situasi yang relatif tidak stabil. Hal ini dipengaruhi situasi politik dan ekonomi global.
Andi mengatakan, berbeda dengan Pemilu 2014 dan 2019 yang saat itu kondisinya stabil, Pemilu 2024 dibayangi ketegangan geopolitik karena konflik Rusia dan Ukraina. Selain itu, resesi dunia juga masih mengintai yang berlanjut pada persoalan perbankan dan krisis utang di sejumlah negara.
"Pemilu 2024 akan berlangsung dalam situasi yang relatif tidak stabil," kata Andi Widjajanto Beritasatu Spesial yang disiarkan BTV, Senin (8/5/2023).
Andi Widjajanto mengatakan, Presiden Jokowi telah memberikan arahan kepada Lemhannas untuk fokus pada dinamika geopolitik, konsolidasi demokrasi di Indonesia serta stabilitas dan perdamaian di Papua. Dikatakan Andi, Lemhannas telah melakukan kajian dengan menggunakan metodologi mencari dan mencegah skenario terburuk atau black swan (angsa hitam). Setiap bulan, katanya, Lemhannas memperbarui kajian-kajian mengenai tiga hal tersebut agar skenario terburuk dapat dipatahkan.
"Kira-kira black swan untuk global, Relasi negara-negara besar, AS-Rusia, AS-China, AS-Rusia-Ukraina. AS-China-Taiwan dan perang dagang, perang teknologi. Lalu kami melihat kemungkinan resesi ekonomi baru yang sudah terjadi di bulan Maret dengan adanya maslaah bank di Amerika Serikat, Signature Bank sekarang ke First Bank (First Republic Bank), Lalu di bulan Juni, Juli ini kemungkinan Amerika Serikat harus menaikkan batas utangnya supaya tidak default secara ekonomi fiskalnya. Kami juga mengamati beberapa negara yang mungkin akan krisis utang, terutama yang kami lihat adalah Argentina misalnya. Kami juga mengamati kemungkinan 60-70 persen nanti di bulan ini sampai di bulan Juli kita mengalami el nino dan itu sudah keliatan kemungkinan adanya kekeringan di Brazil dan Argentina sehingga akan berpengaruh pada komoditas pangan," katanya.
Untuk nasional, kata Andi, Lemhannas mengamati tiga hal, yakni korupsi, konsolidasi demokrasi yang cenderung memanas suhunya, dan eskalasi kekerasan di Papua.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




