GanjarMaknai Semangat Reformasi 98 untuk Terus Memberi Perbaikan bagi Negeri
Rabu, 17 Mei 2023 | 08:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gerakan Reformasi 1998 yang dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa Indonesia masih menyisakan semangat perjuangan untuk terus memberikan perbaikan bagi negeri. Berkaitan dengan itu, calon presiden, Ganjar Pranowo mengatakan salah satu semangat perbaikan yang harus segera dibereskan di Indonesia yakni tindakan korupsi.
"Terlalu banyak catatan pemberantasan korupsi itu tidak terlalu bagus itu yang menjadi PR besar saya kira untuk sekarang," ungkap Ganjar Pranowo dalam acara Obrolan Malam B Universe, Jakarta, Selasa (16/5/2023).
Menurutnya, timbulnya persoalan tindak korupsi akhir-akhir ini oleh beberapa pejabat pemerintah menjadi tugas untuk segera diperbaiki. Sehingga, makna dari Reformasi 98 di era saat ini sedikit berubah dan menimbulkan satu harapan bagi Indonesia untuk maju dan menjadi lebih baik.
"Dahulu sebenarnya yang disautkan mengenai kekuasaan. Itu gak boleh lama harus dibatasi, jadi semua ada batasnya. Sebenarnya itu tuntutan yang utama, kemudian muncul yang lain seperti korupsi, demokrasi hingga otonomi daerah, turunan yang cukup banyak saat itu," jelasnya.
Dia mengatakan kegiatan bersih-bersih tindak korupsi harus terus dilakukan baik itu saat ini maupun ke depannya. Baginya, perjalanan selama 25 tahun bukanlah hal yang singkat bagi negeri ini. Banyak dinamika politik pemerintahan yang telah terjadi dan bergejolak di tanah air. Sehingga jangan sampai semangat ini luntur, harus tetap terjaga dan inovatif.
"Saya kira otonomi daerah, pemerintah yang bersih membaik tetapi kemudian terlalu banyak catatan pemberantasan korupsi itu tidak terlalu bagus," terangnya.
Ia pun mengatakan masyarakat dan anak muda Indonesia harus menjadi badan yang dapat mengontrol, dan melihat berbagai tindakan yang tidak baik di pemerintahan. Hal tersebut guna menjaga agar semangat perjuangan yang dahulu telah berkobar tidak padam.
"Kebetulan saya mengikuti sejak 1996 sebelum 27 Juli, operasi naga merah, naga hijau, saya mengikuti meskipun saya tidak sehebat teman-teman tersebut, saya mengikuti dari 1998 kemudian 1999," cerita nya.
"1999 itu perubahan yang luar biasa sebenarnya , PDI Perjuangan menjadi salah satu yang lahir dari perjuangan itu," sambungnya.
Ganjar mengaku saat insiden di Trisakti ia tengah bekerja di Tanah Abang 3, Jakarta dan ia mendapatkan kabar terjadi penembakan. Setelah itu, saat ia ingin menyampaikan rasa duka ke Trisakti atau melayat, ia merasakan langsung bagaimana kengerian adanya kebakaran dan penembakan di depan matanya. Ia menambahkan hal tersebut tentu sangat ngeri namun ia bisa merasakan langsung bagaimana semangat perjuangan hadir untuk bangsa.
"Pas itu mau ngelayat di Trisakti trus terjadi kebakaran saya masih ingat ada truk turun ada anak lari, 'turun.. turun… turun…' jadi kebakarannya agak lama, terbakar trus ada wartawan dari Inggris dia ketembak di depan saya," terangnya.
"Kena tangannya, dia berdarah, saya di belakangnya, saya bawa, permisi-permisi lari-lari dibawa ke Trisakti," tuturnya.
Kembali, Ganjar mengingatkan kepada masyarakat terutama anak muda untuk bisa menunjukkan perdebatan dan nilai perjuangan yang baik untuk negeri. "Banyak kan aktivis lalu jadi pejabat publik lalu kena persoalan, artinya banyak mahasiswa yang melihat ini hari ini akan melakukan kontrol value," tandasnya.
"Value bagaimana cinta tanah air, menjaga integritas, pelayanan public, spirit untuk melayani, kreatif dan inovatif sesuai jaman, dan harus punya siikap yang luar biasa adptif," imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




