ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sowan ke Ponpes Gus Miftah, Zulkifli Hasan Bagikan Santunan untuk Pendidikan Anak

Minggu, 21 Mei 2023 | 09:40 WIB
YP
MF
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: DIN
Ketum PAN yang saat ini menjabat Mendag Zulkifli Hasan kunjungi Ponpes Ora Aji, milik Gus Miftah di Sleman, Yogyakarta, Sabtu, 20 Mei 2023.
Ketum PAN yang saat ini menjabat Mendag Zulkifli Hasan kunjungi Ponpes Ora Aji, milik Gus Miftah di Sleman, Yogyakarta, Sabtu, 20 Mei 2023. (Istimewa/Istimewa)

Yogyakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang saat ini menjabat Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengunjungi atau sowan Pondok Pesantren Ora Aji, milik Miftah Maulana Habiburrohman alias Gus Miftah di Sleman, Yogyakarta, Sabtu (20/5/2023) malam. Dalam kesempatan itu, pria yang biasa disapa Zulhas ini memberikan santunan untuk pendidikan anak-anak tidak memiliki cukup biaya untuk melanjutkan sekolah.

Hal itu dilakukan Zulhas ketika mengikuti acara pengajian rutin Mujahadah Dzikrul Ghofilin di sekitar Ponpes Ora Aji. Pengajian yang biasa digelar setiap malam Ahad Pahing ini dihadiri ribuan jemaah yang merupakan warga sekitar hingga luar Pulau Jawa.

"Kalau ada yang kesulitan sekolah, saya akan kasih satu anak Rp 1 juta. Ini saya siap berikan untuk 250 anak," ujar Zulhas disambut tepuk tangan para jemaah dan Gus Miftah.

ADVERTISEMENT

Zulhas diajak Gus Miftah mengikuti pengajian tersebut usai tiba dan makan malam di rumah kiai muda dan nyentrik itu. Kehadiran Zulhas ini disambut antusias oleh ribuan jemaah yang didominasi emak-emak. Banyak yang mengajak Zulhas bersalaman hingga berswafoto.

Saat itu, Zulhas didampingi oleh sejumlah politisi PAN, di antaranya Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh, Bendahara Umum DPP PAN Totok Daryanto, Ketua DPW PAN Yogyakarta Suharwanta, Anggota DPRD Kabupaten Sleman Raudi Akmal dan mantan Bupati Sleman Sri Purnomo.

Sebelum Zulhas memberikan sambutan, Gus Miftah mengajak jemaah dan para santri untuk belajar dari perjalanan hidup Zulhas hingga meraih kesuksesan seperti saat ini.

"Coba hari ini kita belajar dari Pak Zulkifli Hasan, saya panggil beliau ini Papih karena saya dekat dengan beliau. Posisi apa coba yang pernah beliau raih? Menteri Kehutanan, Ketua MPR, Wakil Ketua MPR, sekarang Menteri Perdagangan," kata Gus Miftah sambil diselingi guyonan-guyonan khasnya.

Menurut Gus Miftah, perjalanan hidup dan kesuksesan yang diraih Mendag Zulhas layak dijadikan contoh dan menjadi teladan. "Tidak ada kelezatan setelah bersusah payah. Maka ketika melihat orang yang kita anggap sukses. Sebenarnya yang mesti kita lihat adalah bukan posisinya yang sekarang, apa yang beliau miliki, beliau sudah punya apa, beliau sebagai apa, bagi saya itu sudah nggak menarik lagi. Tapi yang perlu dilihat apa? Prosesnya," ungkap Gus Miftah.

"Makanya ingat, ilmunya untuk menjadi orang sukses apa? 3N, niteni, nirokke, nambahi atau ATM, amati, tiru, modifikasi. Jadi saya ingin mengajak beliau ini cerita, kebiasaan-kebiasaan beliau hingga menjadi wasilah sampai hari ini," imbuh dia menambahkan.

Zulhas lantas memenuhi permintaan Gus Miftah. Dia menceritakan sekilas kisah hidupnya yang banyak mendapatkan doa dan bekal yang baik dari kedua orang tuanya.

"Saya sebenarnya nggak lebih hebat dari teman-teman saya di sini, nggak lebih hebat dari bapak-bapak, ibu-ibu yang ada di sini. Saya orang biasa dari kampung, dari dusun, tapi mungkin doa ibu saya," ungkap Zulhas.

Zulhas mengakui kedua orang tuanya, terutama sang ayah, kerap mengajarinya dan saudara-saudara kandungnya disiplin sejak masih kanak-kanak. Hasilnya, Zulhas menjadi sosok yang tangguh.

"Kami tiap jam 4 (dini hari) dibanguni, Bu. Saya usia 6 tahun sudah dibanguni, susah bangun, muka dikasih air. Tugas saya mukul beduk, terus, usia 6 tahun. Belakangan saya baru tahu itulah cara mendidik anak-anak kita menjadi anak yang tangguh," cerita Zulhas.

"Orang boleh pintar tapi kalau rapuh mentalnya itu akan susah untuk maju. Karena bangun pagi bagi anak-anak itu persoalan yang sangat sulit, latihan yang paling berat. Jadi kalau anak kita mampu bangun jam 4 pagi dan terbiasa, apalagi soal-soal yang lain, jadi dididik," sambung dia.

Zulhas juga membeberkan pesan penting dari sang ayah yang terus mengilhami dirinya.

"Jadi kalau subuhan ayah saya selalu bilang, 'nak, ayah boleh susah tapi kamu jangan seperti ayah nanti. Ayah akan berjuang sekuat tenaga agar kamu lebih berguna, lebih hebat lagi, lebih maju lagi daripada ayah sekarang'. Nah terus pembinaan," kata Zulhas.

Zulhas juga memberikan motivasi kepada para orang tua dan anak-anak untuk tetap semangat, rajin belajar, dan selalu berlomba-lomba dalam kebaikan dan prestasi. Bahkan Zulhas merogoh kocek alias memberikan bantuan dana pendidikan bagi anak-anak yang kesulitan biaya pendidikan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Masjid Nurul Wathon Bogor Dibuka, Gus Miftah Pimpin Doa Akhir Tahun

Masjid Nurul Wathon Bogor Dibuka, Gus Miftah Pimpin Doa Akhir Tahun

JAWA BARAT
Hadiri Harlah Ponpes Ora Aji, Gibran Puji Sosok Gus Miftah

Hadiri Harlah Ponpes Ora Aji, Gibran Puji Sosok Gus Miftah

NASIONAL
Gus Miftah Bantu Guru Madin yang Viral Didenda Rp 25 Juta

Gus Miftah Bantu Guru Madin yang Viral Didenda Rp 25 Juta

JAWA TENGAH
Santri Ponpes Gus Miftah Dianiaya, Pengacara: Itu Aksi Spontanitas

Santri Ponpes Gus Miftah Dianiaya, Pengacara: Itu Aksi Spontanitas

NUSANTARA
Dituduh Mencuri, Santri Ponpes Gus Miftah Dianiaya Belasan Rekannya

Dituduh Mencuri, Santri Ponpes Gus Miftah Dianiaya Belasan Rekannya

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon