ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Elektabilitas Gerindra Naik Signifikan, Muzani: Jangan Jemawa, Tetap Utamakan Rakyat

Selasa, 23 Mei 2023 | 18:07 WIB
YP
SL
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: LES
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani. (Beritasatu.com/Sella Rizky)

Jakarta, Beritasatu.com - Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani merespons hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas pada Selasa (23/5/2023) terkait elektabilitas partai politik. Dalam survei itu, elektabilitas Partai Gerindra mengalami kenaikan yang cukup signifikan menjadi 18,6 persen yang sebelumnya pada Januari lalu 14,3 persen.

Muzani mengingatkan para kader Gerindra agar tidak jemawa dengan hasil survei tersebut dan tetap menjaga kepercayaan rakyat dengan berbagai aktivitas yang mengutamakan kepentingan rakyat. Pasalnya, kata Muzani, survei adalah potret atau gambaran keadaan pilihan politik pada saat survei dilakukan, bukan kondisi saat pemungutan suara berlangsung, 14 Februari 2024 mendatang.

"Di sisi lain, survei terkadang mengalami kenaikan atau penurunan. Itu sebabnya kami berharap hasil survei Litbang Kompas hari ini bisa dijadikan acuan dan penyemangat dalam kerja-kerja politik seluruh struktur dan kader Gerindra di seluruh Indonesia. Karena hasil akhir yang menentukan kemenangan sebuah partai politik adalah di pemilu," ujar Muzani kepada wartawan, Selasa (23/5/2023).

ADVERTISEMENT

Menurut Muzani, hasil survei Litbang Kompas ini akan menjadi panduan untuk Partai Gerindra dan juga Prabowo Subianto selaku Ketua Umum yang juga Ketua Dewan Pembina partai dalam menentukan langkah ke depannya menyosong Pilpres 2024. Dia menilai, hasil survei tersebut mengonfirmasi bahwa apa yang dilakukan Prabowo dan Partai Gerindra selama ini sudah dalam jalan yang benar.

"Karena itu harapan kami seluruh kader Gerindra tetap menjadikan kepentingan rakyat sebagai tujuan perjuangan. Dan dalam bertindak jangan jauh-jauh dari rakyat apalagi meninggalkan atau mengkhianati rakyat. Dan itu yang akan terus kami pegang dalam berjuang," tegas Muzani.

Apalagi, kata dia, Prabowo selalu mengingatkan para kader dan simpatisan bahwa Gerindra bisa besar karena dukungan dan kepercayaan rakyat.

"Gerindra harus menjadi partai politik yang terus memperjuangkan aspirasi pedagang, petani, UMKM, buruh, tenaga honorer, tukang ojek, nelayan, dan rakyat pada umumnya," tutur Wakil Ketua MPR itu.

Menurut Muzani, selama hal-hal tersebut dilakukan oleh kader, maka perjuangan Gerindra akan tetap mendapat kepercayaan rakyat. Pasalnya, kesuksesan sebuah partai politik terletak pada keberhasilan dalam memperjuangkan apa yang dikehendaki rakyat dalam menegakkan kebenaran, keadilan, dan kesejahteraan.

"Itu sebabnya, dalam tahun politik ini kami berharap kader Gerindra untuk menjaga perkataan, berkatalah yang benar. Jika tidak bisa, lebih baik diam. Karena dari perkataan itu terkadang seseorang dapat tergelincir karena tidak mampu menjaga perkataan yang benar atau yang baik," kata dia.

"Begitupun dalam berbuat dan bergaul harus pandai-pandai memilah dan memilih teman pergaulan yang baik. Serta dalam bertindak kader Gerindra selalu berusaha menjadi orang baik dan jujur, mengedepankan kepentingan rakyat dan negara di atas segalanya," tambah Muzani.

Lebih lanjut, Muzani mengalahkan upaya-upaya perjuangan seperti ini harus terus dilakukan. Meski cobaan dan tantangan selalu ada, tetapi semangat untuk terus bangkit dalam berjuang untuk berbuat kebaikan demi rakyat dan negara tidak boleh padam.

"Bahwa apa yang selama ini digariskan oleh Ketua Umum sudah benar dan mendapat respons yang positif dari rakyat. Tapi kita jangan jumawa, jangan sombong, apalagi takabur. Karena survei belum menggambarkan hasil pemilu yang sesungguhnya," pungkas Muzani.

Litbang Kompas merilis hasil survei elektabilitas partai politik pada Selasa (23/5/2023). Dari hasil survei tersebut PDI Perjuangan mendapat elektabilitas tertinggi dengan persentase 23,3 persen. Sementara di urutan kedua ada Partai Gerindra dengan persentase 18,6 persen, lalu disusul Demokrat 8,0 dan Golkar 7,3 persen.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 29 April hingga 10 Mei 2023. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia. Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of error penelitian +-2,83 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Berikut hasil survei Litbang Kompas terbaru:
PDIP: 23,3%
Gerindra: 18,6
Demokrat: 8,0%
Golkar: 7,3%
Nasdem: 6,3%
PKB: 5,5%
PKS: 3,8%
PAN: 3,2%
Perindo: 3,1%
PPP: 2,9%
Hanura: 0,6%
PBB: 0,4%
PSI: 0,3%
Gelora: 0,3%
Buruh: 0,3%
Garuda: 0,2%
Ummat: 0,1%
PKN: 0,0%
Tidak tahu/tidak jawab: 15,8%.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ganjar Pranowo Tanggapi Elektabilitas Gerindra yang Ancam PDIP

Ganjar Pranowo Tanggapi Elektabilitas Gerindra yang Ancam PDIP

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon