SMRC: Jika Kontestasi Pilpres Ketat, Cawapres Ganjar Jadi Penentu Kemenangan
Jumat, 30 Juni 2023 | 15:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menilai peran cawapres untuk mendongkrak elektabilitas capres Ganjar Pranowo bakal signifikan jika persaingan kontestasi Pilpres 2024 berlangsung ketat. Situasi tersebut, menurut Abbas, mengharuskan partai koalisi Ganjar memilih cawapres dengan kriteria utama punya modal elektabilitas tinggi.
"Kompetisi Pilpres sebetulnya lebih terpusat pada calon presiden. Namun, jika kompetisi sangat ketat, selisih dukungan antarcapres tidak signifikan, maka peran cawapres menjadi sangat menentukan," ujar Abbas kepada Beritasatu.com, Jumat (30/6/2023).
Menurut Abbas, terdapat sejumlah nama yang potensial dengan elektabilitas tinggi untuk mendampingi Ganjar Pranowo. Nama tersebut, antara lain Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PPP yang menjabat Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.
"Ada banyak nama yang cukup baik untuk dipasangkan dengan Ganjar Pranowo. Beberapa nama yang memperoleh dukungan publik cukup baik antara lain Erick Thohir, Sandiaga Uno, Mahfud MD, Khofifah Indar Parawansa," tandas dia.
Meskipun demikian, Abbas menilai kondisi elektabilitas Ganjar Pranowo saat ini masih memiliki ruang untuk menguat. Terutama karena popularitasnya masih di bawah Prabowo Subianto. Jika popularitas Ganjar sama dengan Prabowo, Ganjar masih berpotensi menaikkan elektabilitasnya.
"Peningkatan popularitas dapat ditopang oleh jaringan partai pendukung, atau koalisi pendukung, dan jaringan relawan. Jika partai dan relawan sudah bergerak penuh, besar kemungkinan popularitasnya akan meluas. Dengan itu, elektabilitasnya pun akan cenderung menguat," jelas dia.
Dalam survei terbaru SMRC Mei 2023, muncul nama-nama potensial menjadi cawapres Ganjar jika berhadapan dengan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Nama tersebut adalah Erick Thohir sebanyak 19,4 persen; Sandiaga Uno 14,3 persen; Mahfud MD 13,2 persen; Khofifah Indar Parawansa 8,8 persen; AHY 8,4 persen; Airlangga Hartarto 7,8 persen; Said Aqil Siroj 2,5 persen; Yahya Cholil Staquf 1,4 persen; dan masih ada 24,3 persen yang belum menjawab.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




