Peta Kekuatan Ganjar, Prabowo dan, Anies Jelang Pendaftaran Capres-Cawapres 2024
Senin, 31 Juli 2023 | 17:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pembukaan pendaftaran pasangan capres-cawapres 2024 tersisa sekitar 2 bulan lagi, yakni 19 Oktober 2023. Menjelang dibukanya pendaftaran, Tensi politik kian meningkat dan lobi-lobi politik makin intens untuk mencari dan memperkuat koalisi masing-masing.
Saat ini, terdapat tiga kandidat bakal capres terkuat yang selalu masuk tiga besar survei lembaga-lembaga kredibel, yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.
Ketiganya juga sudah didukung koalisi parpol yang secara aturan telah memenuhi syarat presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden 20 kursi di parlemen atau 25 persen suara sah secara nasional sebagaimana diatur dalam Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum atau UU Pemilu.
Lalu bagaimana kekuatan koalisi parpol pendukung Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan berdasarkan hasil Pemilu 2019?
Saat ini, Ganjar Pranowo telah diusung dan didukung oleh empat partai politik, yakni PDIP, PPP, Hanura dan Perindo. Keempat partai ini merupakan partai politik peserta Pemilu 2019. Dari keempat partai itu, dua partai, yakni PDIP dan PPP lolos parlemen dan dua partai lainnya, yaitu Perindo dan Hanura tidak lolos parlemen. PDIP meraih 27,5 juta suara (19,33 persen) dengan perolehan kursi di DPR sebanyak 128.
Sementara PPP meraih 6,3 juta suara (4,52 persen) dengan perolehan 19 kursi DPR. Lalu, Perindo mendapatkan 3,7 juta suara nasional (2,07 persen) dan Hanura memperoleh 2,1 juta suara (1,54 persen). Jika merujuk hal tersebut, Ganjar Pranowo sudah mengantongi 39,6 juta suara dan 147 kursi.
Kemudian, Prabowo Subianto saat ini sudah diusung oleh Gerindra dan PKB yang tergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Pada Pileg 2019, Gerindra meraih 17,5 juta suara (12,57 persen) dengan perolehan 78 kursi di parlemen. Sementara PKB meraih 13,5 juta suara (9,69 persen) dengan perolehan 58 kursi. Terbaru, Prabowo juga mendapat dukungan dari Partai Bulan Bintang (PBB) yang pada Pileg 2019 meraih 1,9 juta suara (0,79 persen). Jika ditotalkan, kekuatan Prabowo Subianto saat ini adalah 32,9 juta suara dan 136 kursi.
Sementara Anies Baswedan telah diusung oleh Partai Nasdem, Demokrat dan PKS yang tergabung dalam Koalisi Perubahan. Pada Pileg 2019 lalu, Nasdem meraih 12,6 juta suara (9,05 persen) dengan perolehan 59 kursi. Sedangkan Partai Demokrat meraih 10,8 juta suara (7,77 persen) dengan perolehan 54 kursi dan PKS meraih 11,4 juta suara (8,21 persen) dengan perolehan 50 kursi. Jika merujuk hal tersebut, kekuatan Anies Baswedan saat ini adalah 34,8 juta suara dan 163 kursi di parlemen.
Di luar itu, dua partai parlemen belum menyatakan arah koalisinya, yakni Partai Golkar dan PAN. Keduanya memiliki basis suara dan kursi yang bisa menentukan kemenangan dari salah bakal capres yang ada. Meski demikian, secara aturan kedua partai ini juga sudah memenuhi ketentuan presidential threshold 20 persen kursi di parlemen untuk mengusung pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024.
Pada Pileg 2019, Partai Golkar meraih 17,2 juta suara (12,31 persen) dengan perolehan 85 kursi di parlemen. Sementara PAN memperoleh 9,5 juta suara (6,84 persen) dengan perolehan 44 kursi. Kekuatan Golkar dan PAN sebesar 26,7 juta suara dan 129 kursi di parlemen atau melebihi syarat presidential threshold 20 persen kursi atau 115 kursi di parlemen.
Untuk itu, Golkar dan PAN tetap membuka opsi menduetkan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan untuk maju di Pilpres 2024. Hanya saja peluang menangnya kecil karena elektabilitas keduanya masih rendah di berbagai survei lembaga-lembaga kredibel.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto baru-baru ini ditemui oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan keduanya sepakat membentuk tim teknis untuk menyamakan persepsi melakukan kerja sama di Pilpres 2024. Jika Golkar bergabung koalisi PDIP, maka kekuatan Ganjar Pranowo makin menguat karena ada tambahan 17,2 juta suara sehingga menjadi 56,8 juta suara.
Sementara PAN masih mempertimbangkan berkoalisi dengan Ganjar atau Prabowo, dengan syarat menerima Menteri BUMN Erick Thohir menjadi cawapres. Dengan kondisi ini, PAN belum memastikan arah koalisinya.
Selain kekuatan partai koalisi pengusung capres, faktor-faktor lain akan mempengaruhi kemenangan di Pilpres 2024, yakni elektabilitas masing-masing capres di mana Ganjar dan Prabowo masih bersaing secara ketat dan kompetitif; penentuan cawapres masing-masing kandidat capres; kekuatan logistik; kekuatan partai nonparlemen dan partai baru; kekuatan relawan; serta arah dukungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




