ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Survei SMRC: 46 Persen Responden Yakin Keputusan TNI Pecat Prabowo Sudah Benar

Kamis, 31 Agustus 2023 | 15:06 WIB
B
SL
Penulis: BeritaSatu | Editor: LES
Prabowo Subianto.
Prabowo Subianto. (Antara/Galih Pradipta)

Jakarta, Beritasatu.com – Survei terbaru mengungkapkan, sebanyak 46 responden meyakini, keputusan TNI memberhentikan Prabowo Subianto dari dinas militer pada tahun 1998, sudah benar. Sementara itu, sebanyak 39 persen merasa tidak yakin.

Demikian hasil survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode Juli-Agustus 2023.

Hasil survei SMRC ini disampaikan Saiful Mujani dalam program Bedah Politik bersama Saiful Mujani, episode "Pemberhentian Prabowo, Korupsi Formula E, dan Korupsi E-KTP di Mata Publik" yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV pada Kamis (31/8/2023).

ADVERTISEMENT

Saiful Mujani menjelaskan, pada pemilihan presiden (pilpres), akan banyak isu dan persoalan yang dimunculkan dalam kampanye untuk memenangkan pemilihan. Hal itu normal. Masing-masing calon harus kritis terhadap lawan-lawannya sehingga membantu pemilih untuk mempertimbangkan calon mana yang lebih punya integritas dan rekam jejak.

"Integritas dan rekam jejak adalah faktor yang sangat penting menurut pemilih. Dalam beberapa kali survei, SMRC memiliki pertanyaan tentang kualitas personal apa yang paling penting yang harus dimiliki oleh seorang calon presiden. Umumnya publik memilih bersih dari korupsi dan bisa dipercaya. Hal ini berkaitan dengan integritas seseorang yang akan menjadi pejabat publik."

Menurut Saiful Mujani, tiga bacapres, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan, masing-masing memiliki isu, walaupun belum tentu benar, tapi berkembang dan ada di dalam masyarakat, juga muncul di media sosial.

"Adalah wajar dan sehat untuk membahas hal-hal tersebut, sejauh hal itu bisa dipertanggungjawabkan dan bukan fitnah," kata pendiri SMRC tersebut.

Terlepas apakah opini warga itu benar atau tidak, yang ditangkap dalam survei hanya pengetahuan warga tentang isu yang berkaitan dengan para calon presiden. Seberapa banyak yang mengetahui isu-isu tersebut dan seberapa yakin bahwa isu tersebut memang benar adanya. Lalu dianalisis efeknya terhadap para calon presiden.

Isu yang lebih dulu muncul dan memang sudah lama adalah isu tentang Prabowo Subianto. Isu ini biasanya muncul dan ramai dibicarakan setiap menjelang Pemilu karena memang Prabowo menjadi calon presiden dalam beberapa Pemilu terakhir.

Yang terkait dengan Prabowo adalah isu tentang diberhentikannya ia sebagai prajurit di hampir masa puncak kemiliteran pada 1998. Waktu itu Prabowo berpangkat Letnan Jenderal ketika diberhentikan dari dinas militer oleh Presiden BJ Habibie atas dasar rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) 1998.

Setelah DKP melakukan studi dan penelitian, mereka memberikan rekomendasi pada presiden untuk memberhentikan Prabowo.

"Dari yang tahu bahwa Prabowo diberhentikan dinas militer karena dinilai bertanggungjawab atas penculikan sejumlah aktivis 1997-1998, 38 persen memilih Ganjar, 32 persen Prabowo, dan 24 persen Anies. Masih ada 6 persen yang tidak menjawab. Sementara yang tidak tahu, 35 persen memilih Ganjar, 34 persen Prabowo, 19 persen Anies, dan 11 persen tidak jawab".

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon