Jokowi Sebut Tidak Bahas Anies-Cak Imin Saat Bertemu Surya Paloh
Jumat, 1 September 2023 | 11:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membenarkan bertemu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/8/2023) malam. Jokowi menyebut tidak ada pembahasan terkait duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Anies-Cak Imin dalam pertemuan tersebut.
Jokowi menyebut pertemuannya dengan Surya Paloh itu adalah pertemuan biasa.
"Ya pertemuan biasa, memang bertemu, pertemuan biasa. Enggak ada sama sekali (pembahasan Anies Baswedan dan Cak Imin)," ungkap Jokowi seusai meninjau kesiapan tempat penyelenggaraan KTT ASEAN Ke-43 di Jakarta Convention Center atau JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (1/9/2023) pagi.
Jokowi juga enggan menanggapi lebih lanjut ketika ditanya tanggapannya mengenai pecahnya Koalisi Perubahan untuk Persatuan lantaran manuver Anies meminang Cak Imin.
Jokowi mengatakan hal tersebut adalah urusan ketua umum partai dan masing-masing partai politik. Jokowi menegaskan koalisi partai politik untuk menghadapi Pemilu 2024 bukanlah urusan dirinya sebagai presiden.
"Urusan ketua partai, urusan partai, bukan urusan presiden," pungkas Jokowi.
Sebelumnya, duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dibongkar ke publik oleh Partai Demokrat pada Kamis (31/8/2023).
Sekjen Demokrat Teuku Riefky Harsya menyebut manuver Anies meminang Cak Imin sebagai pengkhianatan.
Teuku menjelaskan keputusan Anies meminang Cak Imin tersebut diambil pada Selasa (29/8/2023), di Nasdem Tower. Saat itu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai cawapres Anies tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS yang tergabung dalam koalisi pengusung Anies Baswedan.
"Tanpa sepengetahuan Partai Demokrat dan PKS. Malam itu juga, capres Anies dipanggil oleh Surya Paloh untuk menerima keputusan itu. Sehari kemudian, 30 Agustus 2023, Anies dalam urusan yang sangat penting ini, tidak menyampaikan secara langsung kepada pimpinan tertinggi PKS dan Partai Demokrat, melainkan terlebih dahulu mengutus Sudirman Said untuk menyampaikannya," kata Teuku, dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




