Demokrat Ungkap Anies-AHY Seharusnya Dideklarasikan Awal September
Jumat, 1 September 2023 | 14:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Partai Demokrat menyebut bakal capres Anies Baswedan sebagai pengkhianat lantaran meminang Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Kegeraman Partai Demokrat ini bukan tanpa alasan.
Partai Demokrat mengungkapkan, Anies Baswedan melalui sepucuk surat yang ditulisnya sendiri meminta Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres. Bahkan, pasangan Anies-AHY sedianya dideklarasikan pada awal September ini.
Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengatakan, kronologi berpalingnya Anies yang disampaikan Sekjen Partai Demokrat yang juga anggota Tim 8, Teuku Riefky Harsjah sudah terang benderang. Tim 8 merupakan perwakilan tiga partai Koalisi Perubahan untuk membantu Anies mempersiapkan deklarasi capres-cawapres pada awal September ini.
"Pada minggu keempat Agustus, Tim 8 yang merupakan tim kecil sesuai mandat piagam kerja sama tiga partai yang dibentuk untuk membantu capres Anies telah bekerja mempersiapkan deklarasi paket komplet capres dan cawapres yang sedianya akan dilaksanakan pada minggu pertama September ini. Penentuan waktu dan tempatnya pun sudah diputuskan," kata Kamhar kepada Beritasatu.com, Jumat (1/9/2023).
Untuk mempersiapkan itu, Anies bersama Tim 8 telah berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh pada 24 Agustus 2023 untuk membahas urgensi deklarasi capres-cawapres Koalisi Perubahan. Saat itu, Surya Paloh menyerahkan waktu pelaksanaan deklarasi ini kepada Tim 8.
Sehari kemudian atau 25 Agustus, Anies bersama Tim 8 menemui Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selannjutnya, Anies dan Tim 8 bertemu Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al-Jufri pada 26 Agustus 2023. SBY dan Salim Segaf Al-Jufri sepakat mempercepat deklarasi capres-cawapres Koalisi Perubahan.
"Kepada Pak SBY, capres Anies menyampaikan bahwa deklarasi akan dilakukan pada awal September ini," tutur Kamhar.
Untuk itu, Partai Demokrat merasa dikhianati dengan manuver Anies meminang Cak Imin.
Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengaku sulit memercayai Anies Baswedan memilih Cak Imin sebagai cawapresnya untuk bertarung di Pilpres 2024.
"Sesuatu yang tidak terduga dan sulit dipercaya terjadi. Di tengah proses finalisasi kerja parpol koalisi bersama capres Anies dan persiapan deklarasi, tiba-tiba terjadi perubahan fundamental dan mengejutkan," kata Teuku Riefky, dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




