Pengamat: Merem Aja Duet Ganjar-Prabowo Pasti Menang Pilpres 2024
Jumat, 22 September 2023 | 23:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat politik dari Paramater Politik Indonesia Adi Prayitno menilai, duet bacapres Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto bakal mudah memenangkan kontestasi Pilpres 2024. Pasalnya, duet Ganjar-Prabowo atau sebaliknya merupakan gabungan dua kekuatan politik besar baik dari segi figur, mesin partai, dan para relawannya.
"Kalau memang duet ini terwujud, saya kira, bisa dipastikan pemenangnya adalah duet Ganjar-Prabowo atau Prabowo-Ganjar karena ini merupakan dua kekuatan besar yang cukup kuat, merem aja, udah pasti menang," ujar Adi saat dihubungi Beritasatu.com, Jumat (22/9/2023).
Saat ini, Ganjar dan Prabowo bersaing ketat di urutan pertama dan kedua elektabilitas capres 2024 dari sejumlah hasil survei lembaga-lembaga kredibel. Keduanya terpaut cukup jauh dengan elektabilitas bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan. Umumnya Ganjar unggul di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sedangkan Prabowo unggul di Jawa Barat, DKI Jakarta dan luar Jawa. Jika Ganjar dan Prabowo berduet di Pilpres 2024, maka dengan mudah akan mengalahkan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Selain itu, Ganjar dan Prabowo juga didukung koalisi yang kuat. Ganjar Pranowo sudah resmi diusung sebagai capres oleh PDIP, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura dan Perindo. Jika merujuk hasil Pemilu 2019, dua parpol yang lolos masuk parlemen, yakni PDIP meraih 128 kursi dan PPP sebanyak 19 kursi. Total kursi parpol pendukung Ganjar sebesar 147 kursi.
Sementara Prabowo Subianto sudah resmi diusung oleh partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PBB, Partai Gelora, Partai Garuda dan Partai Demokrat. Total kursi parlemen yang mendukung Prabowo sebanyak 261 kursi dengan perincian Gerindra sebanyak 78 kursi, Golkar 85 kursi, PAN 44 kursi dan Demokrat 54 kursi.
Dengan demikian, jika Ganjar-Prabowo bersatu di Pilpres 2024, maka kekuatan politiknya 408 kursi di parlemen. Jumlah ini kalah jauh dengan partai pengusung Anies-Cak Imin yang totalnya berjumlah 167 kursi dengan perincian Nasdem sebanyak 59 kursi, PKB 58 kursi dan PKS 50 kursi.
Duet Ganjar-Prabowo Sulit Diwujudkan
Meskipun demikian, Adi Priyatno menilai duet Ganjar-Prabowo atau sebaliknya sulit diwujudkan. Pasalnya, Ganjar maupun Prabowo sama-sama mau menjadi capres dan susah mengalah untuk menjadi cawapres di Pilpres 2024.
"Ini wacana liar dan agak sulit untuk diwujudkan karena baik Ganjar atau Prabowo tak ada yang mau jadi orang nomor 2. Jadi ini utopis, tetapi sebagai sebuah isu menarik untuk diwacanakan," tutur Adi.
Karena itu, Adi mendorong agar membiarkan Ganjar dan Prabowo bertarung secara demokratis di Pilpres 2024. Menurut dia, yang terpenting, kedua tokoh tersebut dan juga parpol pendukung berkomitmen berkontestasi secara damai, gembira, tanpa politik identitas, hoaks, ujar kebencian dan SARA.
"Masing-masing kubu ngotot jadi capres, tak mungkin ada yang jadi nomor 2, sudah sama-sama merasa established, sudah sama-sama merasa kuat, karena itu sebaiknya biar mereka bersaing secara sehat," pungkas Adi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




