ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Muncul Wacana Duet Ganjar-Prabowo, Ini Fakta-faktanya

Selasa, 26 September 2023 | 07:04 WIB
HR
FS
Penulis: Harrist Riansyah | Editor: FFS
Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. (B1/Muhammad Reza)

Jakarta, Beritasatu.com – Dinamika politik menjelang masa pendaftaran capres-cawapres Pilpres 2024 makin bergeliat. Pergerakan elite politik makin sulit ditebak masyarakat awam.

Sejauh ini, baru Koalisi Perubahan yang telah mendeklarasikan capres-cawapres, yakni Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (Anies-Cak Imin).

Deklarasi pasangan yang menamai dirinya Amin ini seakan menjadi pendorong koalisi lain untuk segera memutuskan cawapres yang mendampingi capres jagoan mereka. Kedua koalisi ini adalah Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo Subianto dan koalisi PDIP yang mengusung Ganjar Pranowo.

Sosok-sosok mengenai cawapres Ganjar dan Prabowo ini sering beririsan satu sama lain. Bahkan, saat ini muncul wacana menduetkan Ganjar Pranowo dengan Prabowo Subianto. Desas-desus mengenai duet Ganjar-Prabowo atau Prabowo-Ganjar makin kuat berembus beberapa hari ini.

ADVERTISEMENT

Dari yang muncul di permukaan, berikut adalah fakta-fakta wacana duat Prabowo dan Ganjar:

Asal mula
Latar belakang munculnya duet Ganjar Prabowo atau Prabowo-Ganjar muncul saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja di Kebumen, Jawa Tengah pada awal 2023 lalu. Saat itu, Ganjar dan Prabowo tampak mendampingi Jokowi dalam kunjungannya di tengah sawah dan terlihat akrab satu sama lain.
Beberapa elite politik pun menyebut ketiganya membahas kemungkinan duet Ganjar-Prabowo atau Prabowo-Ganjar di Pilpres 2024. Namun pembahasan duet Ganjar maupun Prabowo tidak berhasil menemukan titik temu sehingga keduanya mengurungkan niat mereka untuk menjadi paslon di Pilpres 2024.

Tanggapan Partai Pendukung
Wacana duet Ganjar Prabowo atau Prabowo-Ganjar ditanggapi beragam oleh elite partai pendukung keduanya. Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan, pihaknya terbuka berkoalisi dengan PDIP pada Pilpres 2023, tetapi Prabowo Subianto telah diputuskan sebagai capres oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM). PDIP melalui Ketua DPP PDIP, Puan Maharani tidak memberikan jawaban yang tegas. Puan hanya mengatakan dinamika politik sekarang membuat segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek mengatakan wacana duet Ganjar-Prabowo atau Prabowo-Ganjar sulit terwujud. Meski demikian, Awiek tidak menampik apa pun bisa terjadi sebelum pendaftaran di KPU. Hal senada disampaikan oleh dua partai pendukung Prabowom yaitu Golkar dan PAN.

Ketua DPP Golkar, Dave Laksono, mengatakan partainya tetap berkomitmen mendukung Prabowo menjadi capres dan Airlangga sebagai cawapres. Ketua Fraksi PAN di  DPR, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan ketiga kandidat, yakni Prabowo, Ganjar, dan Anies sudah memiliki kendaraan masing-masing untuk maju. Untuk itu, Saleh menyatakan, KIM menganggap isu duet Ganjar dan Prabowo belum valid.

Tanggapan Koalisi Perubahan
Tanggapan juga disampaikan kubu Anies-Cak Imin. Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, merespons wacana Prabowo-Ganjar dengan menyatakan arah duet itu sudah mulai terlihat dan merupakan hal yang wajar. Namun, Jazilul enggan berspekulasi lebih jauh sebelum awal Oktober. Jazilul menyerahkan semuanya kepada publik mengenai kemungkinan hanya ada dua paslon yang bertarung di Pilpres 2024 atau sama dengan dua pilpres terakhir.

Sulit terwujud
Para pengamat maupun masyarakat menilai duet Ganjar-Prabowo sangat sulit terjadi, terutama mengenai siapa yang akan menjadi capres dan cawapresnya. Setidaknya ada tiga faktor yang membuat wacana ini sulit terwujud.
Pertama, posisi kedua calon sekarang ini. Ganjar adalah kader dari PDIP yang merupakan pemenang dua kali pilpres dan pileg. Hal ini membuat PDIP tetap bersikukuh mengusung kader sendiri sebagai capres. Sedangkan, Prabowo merupakan sosok yang lebih senior daripada Ganjar di pilpres karena pernah berlaga sejak Pilpres 2009 hingga Pilpres 2019.
Kedua, elektabilitas kedua calon yang berada di margin of error survei yang dilakukan banyak lembaga survei. Hal ini membuat Ganjar maupun Prabowo dapat saling mengalahkan satu sama lain. Dengan kondisi itu, sulit bagi kedua tokoh untuk mengalah dan menjadi cawapres.
Ketiga, penolakan oleh partai pendukung lain yang sebenarnya sudah terlihat dari PPP, Golkar, dan PAN yang terkesan kurang setuju wacana duet Ganjar-Prabowo. Hal itu wajar mengingat partai pendukung menaruh harapan dapat menempatkan kader mereka sebagai cawapres pada Pilpres 2024 ini dan mendapatkan efek ekor jas (coat tail effect) di pileg.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tiba di Cilacap, Prabowo Langsung Tinjau TPST Banyumas

Tiba di Cilacap, Prabowo Langsung Tinjau TPST Banyumas

NASIONAL
Kejutan Reshuffle Prabowo: Jumhur Hidayat Masuk, Dudung Siap Aksi

Kejutan Reshuffle Prabowo: Jumhur Hidayat Masuk, Dudung Siap Aksi

MULTIMEDIA
Rosan hingga Dirut Pindad Menghadap Prabowo, Bahas Apa?

Rosan hingga Dirut Pindad Menghadap Prabowo, Bahas Apa?

NASIONAL
Analis Soroti Langkah Cepat Prabowo Jelang ke Rusia

Analis Soroti Langkah Cepat Prabowo Jelang ke Rusia

NASIONAL
Politik-Hukum Terkini: Korupsi Energi Terbongkar hingga Teror Aktivis

Politik-Hukum Terkini: Korupsi Energi Terbongkar hingga Teror Aktivis

NASIONAL
Curhat Jadi Korban AI, Prabowo: Saya Jago Nyanyi di YouTube

Curhat Jadi Korban AI, Prabowo: Saya Jago Nyanyi di YouTube

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon