Survei Poltracking: Elektabilitas Prabowo dan Ganjar di Jatim Selisih Tipis, Anies Tercecer Jauh
Rabu, 11 Oktober 2023 | 15:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Poltracking Indonesia mengeluarkan hasil survei terbaru yang menunjukkan elektabilitas calon presiden di Jawa Timur. Hasil survei pada simulasi surat suara 3 nama calon presiden menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto di Jawa Timur mencapai 40.6%, diikuti Ganjar Pranowo 38.2%, dan Anies Baswedan hanya 13.6%.
Direktur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi mengatakan tren elektabilitas ketiga capres pada Juni dan September 2023, menunjukkan Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan cenderung mengalami kenaikan. Sedangkan, dalam simulasi dua kandidat (head-to-head), elektabilitas Ganjar Pranowo mencapai 51.9% sementara Anies Baswedan hanya 17.6%. "Berjarak cukup signifikan (34.3%)," kata Budi Arya, Rabu, (11/10/2023).
Begitu pun, simulasi Prabowo Subianto (53.4%) vs Anies Baswedan (17.9%) berjarak cukup signifikan (35.5%). Sedangkan, head-to-head antara Prabowo Subianto (42.3%) vs Ganjar Pranowo (40.5%) relatif seimbang.
Survei dilaksanakan pada 25 September–1 Oktober 2023 di Jawa Timur. Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1000 responden dengan margin of error +/- 3.1% pada tingkat kepercayaan 95%. Klaster survei menjangkau 38 kabupaten/kota di Jawa Timur secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi digital terhadap responden yang telah terpilih secara acak.
Budi Arya memaparkan, Jawa Timur adalah provinsi penentu dan terpadat kedua secara DPT. Lebih dari 31 juta pemilih atau sekitar 15.5% pemilih ada di Jawa Timur. Selain itu, lanjut dia, Ada faktor lain yang membuat Jawa Timur menjadi menarik, yakni secara kultural Jawa Timur basis Nahdlatul Ulama, salah satu faktor yang selalu diperhitungkan dalam kontestasi pilpres. Pada sisi lain, Jawa Timur dianggap provinsi "tak bertuan", sehingga Jawa Timur potensial menjadi penentu kemenangan pilpres. "Kalkulasi politik berkaitan dengan potensi kemenangan dan representasi suara dari Jawa Timur, akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam Pilpres 2024," ujarnya.
Hasil survei juga menunjukkan, pemilih yang merasa dekat dengan NU memiliki kecenderungan memilih calon presiden cukup berimbang kepada Prabowo Subianto (41.7%) dan Ganjar Pranowo (37.5%), sedangkan Anies Baswedan (14.6%). Sedangkan, pemilih yang puas terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo–Ma’ruf Amin, pilihan calon presidennya berimbang kepada Ganjar Pranowo (42.5%) dan Prabowo Subianto (39.3%). Sedangkan, kepada Anies Baswedan hanya 11.6%.
"Temuan ini merupakan potret terbaru dari survei yang dilakukan pada akhir September sampai awal Oktober 2023. Peta politik masih sangat mungkin berubah bergantung kalkulasi elite dan keputusan pemilih dalam memantapkan pilihannya dalam Pemilu 2024," kata Budi Arya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




