Program Capres-Cawapres 2024 di Bidang Pendidikan, Ini Penilaian P2G
Senin, 6 November 2023 | 08:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pendidikan menjadi isu krusial yang diangkat para bakal calon presiden (bacapres) dan bakal calon wakil presiden (bacawapres) di Pilpres 2024. Setiap pasangan calon (paslon) menawarkan program dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) memiliki penilaiannya terhadap program masing-masing paslon).
Menurut Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri, pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar didukung dengan latar belakang Anies sebagai mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud), yang memberikan pemahaman mendalam tentang sistem pendidikan di Indonesia.
"Jadi kami kira bisa dilihat dari pengalaman ketiganya. Kalau dilihat dari tiga calon presiden ini, Anies dengan latar belakangnya sebagai menteri tentu memahami pendidikan di Indonesia," ungkap Iman saat diwawancarai Beritasatu.com secara daring, Minggu (5/11/2023).
Meskipun Anies dianggap memiliki keunggulan pengalaman, P2G juga mengapresiasi pasangan Prabowo-Gibran yang berani mengangkat isu upah minimum guru. P2G justru menyayangkan pasangan Anies-Muhaimin yang tidak membahas isu tersebut.
"Pak Anies sepertinya menghindari untuk berjanji hal-hal yang bersifat janji manis. Namun, kami mengharapkan komitmen yang lebih kuat dalam meningkatkan pendidikan, salah satunya dalam hal kesejahteraan guru," ungkap Iman.
Selain itu, P2G juga memberikan pandangan terhadap pasangan Ganjar-Mahfud. Mereka menilai bahwa pasangan ini memiliki prioritas pendidikan yang terintegrasi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Pendekatan mereka terhadap pendidikan tampak terintegrasi dengan hal-hal lain. Mereka lebih berfokus pada SDM digital dan pendidikan berkualitas," jelas Iman.
Walaupun demikian, Iman berpendapat bahwa visi dan misi ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden ini memiliki potensi untuk diwujudkan. Dengan komitmen dan kehendak politik yang kuat dari masing-masing paslon, semua janji kampanye dapat direalisasikan.
Sekadar informasi, pasangan Anies-Muhaimin telah merinci 20 program rencana di bidang pendidikan yang terbagi menjadi empat bagian, yakni akses pendidikan berkeadilan, kualitas dan kesejahteraan guru beserta tenaga kependidikan, institusi pendidikan berbasis agama, dan keterjangkauan biaya pendidikan tinggi.
Sementara itu, pasangan Ganjar-Mahfud memiliki empat program terkait pendidikan, yakni wajib belajar 12 tahun gratis, satu keluarga miskin-satu sarjana, guru dan dosen sejahtera, berkualitas, dan kompeten sejajar negara maju, dan integrasi pendidikan dan pelatihan vokasi.
Pasangan Prabowo-Gibran juga menawarkan tiga program pendidikan, meliputi membangun sekolah-sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten dan memperbaiki sekolah yang perlu direnovasi, menaikkan gaji ASN guru dan dosen, dan penguatan pendidikan, sains, dan teknologi, serta digitalisasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




