ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tips Menjadi Pemilih Cerdas pada Pemilu 2024

Selasa, 21 November 2023 | 17:35 WIB
AW
AP
Penulis: Aryo Pandu Wicaksono | Editor: ADP
Ilustrasi daftar pemilih dalam pemilu.
Ilustrasi daftar pemilih dalam pemilu. (Antara/Anis Efizudin)

Jakarta, Beritasatu.com  - Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2024. Warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat akan memilih wakilnya di DPRD, DPD, DPR, serta calon presiden dan calon wakil presiden.

Penting bagi setiap warga negara untuk memilih dengan cermat dan cerdas. Masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya demi menentukan nasib Indonesia mendatang.

Baca Juga: Ini Cara Melihat Profil Caleg yang Bertarung di Pemilu 2024

Berikut panduan menjadi pemilih yang cerdas pada pemilu.

Melihat Visi-Misi Calon
Semua calon yang berkompetisi di pemilu pasti akan “jualan” dengan janji manis. Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya dengan janji-janji saat kampanye. Untuk mengetahui apakah calon tersebut layak dipilih, masyarakat bisa mengamati dari visi-misi masing calon.

Rekam Jejak Calon
Sebagai pemilih yang cerdas, masyarakat diharapkan bisa memeriksa rekam jejak calon yang akan dipilih dalam Pemilu 2024, baik itu calon anggota DPRD, DPD, DPR, hingga calon presiden dan calon wakil presiden. Dengan melihat rekam jejak, pemilih dapat mengukur kompetensi dan kualitas para calon tersebut.

Baca Juga: Anggaran Pengamanan Pemilu 2024 Tembus Rp 2 Triliun

Mengikuti Informasi Pemilu
Masyarakat harus rajin mencari informasi dari berbagai sumber terpercaya. Sehingga dapat memahami baik tentang proses, peraturan dan informasi tentang pemilu secara umum akan membantu pemilih dalam membuat keputusan yang tepat.

Dapatkan Informasi dari Sumber Terpercaya
Informasi yang didapat harus diverifikasi kebenarannya sebelum disebarluaskan. Hal ini sangat penting karena hoaks atau berita palsu dapat membingungkan dan mengaburkan fakta serta rekam jejak calon.

Tidak Terpengaruh Hoaks
Jangan mudah terpengaruh berita palsu. Pasalnya, hoaks atau berita palsu memiliki potensi yang sangat berbahaya karena dapat memicu konflik dan perpecahan dalam masyarakat, yang pada akhirnya membahayakan stabilitas dan keamanan pemilu.

Bersikap Objektif, Kritis dan Cerdas
Masyarakat diharapkan tidak terjebak pada emosi atau tuduhan tanpa dasar. Menjadi pemilih cerdas berarti memiliki kemampuan untuk mengevaluasi secara kritis setiap isu politik yang ada, mempertimbangkan fakta dan mengambil keputusan yang tepat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ironi Pilkada 2024, 9 Kepala Daerah Terjerat Korupsi hingga Maret 2026

Ironi Pilkada 2024, 9 Kepala Daerah Terjerat Korupsi hingga Maret 2026

NASIONAL
KPK Telusuri Dugaan Korupsi Private Jet KPU Rp 90 Miliar

KPK Telusuri Dugaan Korupsi Private Jet KPU Rp 90 Miliar

NASIONAL
Bukan Foya-foya! KPU Jelaskan Alasan Gunakan Jet di Pemilu 2024

Bukan Foya-foya! KPU Jelaskan Alasan Gunakan Jet di Pemilu 2024

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon