Dugaan 204 Juta Data Pemilih Bocor, KPU Gandeng BSSN hingga BIN
Rabu, 29 November 2023 | 13:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari menyampaikan telah menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Mabes Polri, Kemenkominfo, hingga Badan Intelejen Negara (BIN) untuk memastikan kebenaran terkait 204 juta data pemilih yang bocor.
"Kami masih memastikan apakah informasi itu benar atau tidak. Kami bekerja sama dengan tim yang selama ini sudah ada yaitu tim dari KPU, tim dari BSSN kemudian dari tim Cybercrime Mabes Polri dan juga BIN dan Kemenkominfo. Ini tim sedang kerja untuk memastikan kebenaran informasi tersebut," ujar Hasyim di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (29/11/2023).
Hasyim menyampaikan, saat ini KPU belum mengambil langkah hukum untuk melaporkan kasus tersebut ke Polri dikarenakan masih memeriksa kebenaran informasi.
"Tim di dalam yang menangani IT KPU di dalamnya ada tim dari Siber Mabes Polri. Nanti kalau sudah indikasi-indikasi sudah jelas tentu ada tindakan-tindakan lanjutan, tapi yang paling penting sekarang sedang diperiksa, sedang dicek, sedang dilacak kebenaran informasi tersebut," terang Hasyim.
Hasyim pun memastikan data pemilih masih dalam kategori aman dengan bisa diakses melalui laman resmi KPU.
"Kalau kita cek sebetulnya bisa memeriksa cekdptonline.kpu.go.id, nanti masuk ke situ dan kemudian bisa diakses lewat nomor induk kependudukan kita masing-masing. Intinya informasi itu masih bisa diakses sampai sekarang," pungkas Hasyim.
Sebelumnya, peretas anonim yang mengaku sebagai Jimbo mengeklaim berhasil meretas situs KPU dan mengakses data pemilih dari platform tersebut. Akun tersebut membagikan 500.000 data contoh dalam posting-an di situs BreachForums, sebuah platform yang biasanya digunakan untuk memperjualbelikan hasil peretasan.
Jimbo juga menyertakan tangkapan layar dari situs cekdptonline.kpu untuk memverifikasi kebenaran data yang diperolehnya.
Dalam unggahan Jimbo, disebutkan bahwa dari total 252 juta data yang diperolehnya, beberapa data mengalami duplikasi. Setelah proses penyaringan, ditemukan 204.807.203 data unik, jumlah yang hampir identik dengan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) KPU yang mencapai 204.807.222 pemilih dari 514 kabupaten/kota di Indonesia dan 128 negara perwakilan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




