TKN: Paslon Lain Mulai Mengapresiasi Gaya Politik Prabowo-Gibran
Jumat, 1 Desember 2023 | 14:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komandan Tim Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budisatrio Djiwandono, mengungkapkan bahwa gaya politik dari pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 mulai mendapat apresiasi dari pasangan calon lain yang ikut serta dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.
"Alhamdulillah, gaya politik Pak Prabowo-Mas Gibran yang santai, riang, dan gembira, mulai diapresiasi paslon lain. Berarti, keinginan paslon nomor urut 2 agar Pemilu 2024 dilakukan dengan riang gembira berhasil menginspirasi paslon lain. Ini berita yang bagus untuk masyarakat," ujar Budi di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (1/12/2023).
Awalnya, banyak pihak menuduh bahwa narasi "gemoy" diciptakan dengan sengaja untuk mengaburkan gagasan dan ide-ide dari calon presiden Prabowo Subianto.
Namun, menurut Budi, saat ini narasi Prabowo yang menggemaskan atau yang dikenal sebagai "gemoy" mulai diakui sebagai bentuk apresiasi masyarakat terhadap ketua umum Partai Gerindra itu.
"Begitu narasi gemoy ini dipahami sebagai bentuk apresiasi masyarakat terhadap sikap Pak Prabowo yang berkontes secara riang gembira. Boleh saja dianggap sebagai sebuah gimik yang berasal dari bawah, tetapi secara substansi, hanya Prabowo-Gibran yang menawarkan gagasan riil untuk mencapai Indonesia Emas 2045 melalui program makan siang, susu gratis, serta gizi ibu hamil dan balita," terang Budi.
Budi menyampaikan pernyataannya ini sebagai tanggapan terhadap penilaian dari calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, yang menyatakan bahwa lebih baik menampilkan gimik politik daripada mencari-cari kesalahan kompetitor lain di Pemilu 2024.
Budi mengapresiasi pernyataan Muhaimin dan melihatnya sebagai pertanda pasangan calon lain juga memahami keinginan politik yang riang gembira dari Prabowo.
"Kami bersyukur Gus Muhaimin juga ikut menyambut semangat Pemilu 2024 untuk dilakukan dengan hati senang, gembira, santun, dan tetap mengedepankan gagasan, ide, serta keunggulan masing-masing. Jadi, tidak perlu mencela atau mencari kesalahan paslon lain," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




