ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pengamat: Wacana Paslon 1 dan 3 Bergabung Jadi Pengakuan Prabowo-Gibran Sulit Dikalahkan

Selasa, 16 Januari 2024 | 11:38 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Associate Researcher Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro.
Associate Researcher Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro. (Istimewa/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Wacana bergabungnya pasangan calon (paslon) nomor urut 1 dengan 3 terus menguat belakangan ini. Wacana tersebut dinilai tidak sekadar bergabungnya dua kubu dalam politik, melainkan bentuk pengakuan jika paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) sulit dikalahkan.

Demikian disampaikan peneliti senior Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro saat berbincang dengan Beritasatu.com, Selasa (16/1/2024). "Wacana itu sebagai bentuk pengakuan bahwa paslon nomor urut 2 sulit dikalahkan. Tidak mudah dikalahkan. Pengakuan (Prabowo-Gibran) hampir pasti melenggang putaran dua," katanya.

Bawono menilai, wacana bergabungnya Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Anies-Imin) dengan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD (Ganjar-Mahfud) terlalu dini karena Pilpres 2024 belum terlaksana. Belum diketahui paslon siapa yang menang jika satu putaran dan yang lolos jika berlanjut ke putaran dua.

"Itu merupakan pengakuan dari kubu paslon nomor urut 1 dan 3, jika nomor urut 2 itu unggul. Itu logikanya," ujar mantan kepala departemen politik dan pemerintahan The Habibie Center ini.

ADVERTISEMENT

Wacana tersebut, menurut Bawono, juga tidak mudah di tingkat elite. Alasannya garis politik kubu Anies bertolak belakang dengan Ganjar. Apalagi, jika merujuk pada fakta politik di tingkat nasional, tidak pernah ada koalisi antara Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Elite PDIP resisten terhadap Anies. Misalnya, Sekjen Hasto Kristiyanto pernah bilang enggak mungkin koalisi dengan Anies karena secara ideologi berbeda. Apakah itu akan bisa diatasi dengan meleburnya nomor urut 1 & 3. Itu sulit membayangkan adanya titik temu di tingkat elite," tuturnya.

Kalau pun ada titik temu di tingkat elite, Bawono memaparkan, tidak otomatis diikuti pemilih di bawah. Alasannya, kader di bawah memiliki logika sendiri dalam memilih.

Dia menyebut, pemilih PDI Perjuangan akan lebih masuk akal memilih Prabowo-Gibran ketimbang Anies-Imin. Sedangkan PKS secara rasional, lebih tepat mendukung Prabowo-Gibran, jika paslon nomor urut 2 dan 3 yang lolos, ketimbang dukung Ganjar-Mahfud.

"Berbeda dengan tingkat akar rumput. Pemilih PDIP masuk akal memilih Prabowo-Gibran, ketimbang Anies-Imin, yang tidak ada darah PDIP," ucapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hercules Klaim Pernah Ditawari Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo

Hercules Klaim Pernah Ditawari Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo

NASIONAL
KPK Tak Temukan Bukti Uang Korupsi Taspen Mengalir ke Pilpres 2024

KPK Tak Temukan Bukti Uang Korupsi Taspen Mengalir ke Pilpres 2024

NASIONAL
Santai Bahas Rivalitas, Prabowo: Anies Bikin Mak-mak Kasihan ke Saya

Santai Bahas Rivalitas, Prabowo: Anies Bikin Mak-mak Kasihan ke Saya

NASIONAL
Prabowo: Saya Enggak Dendam Sama Anies, Dia yang Bantu Aku Menang

Prabowo: Saya Enggak Dendam Sama Anies, Dia yang Bantu Aku Menang

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon