Survei Poltracking: Elektabilitas Prabowo-Gibran 46,7 Persen Ungguli Anies-Imin dan Ganjar-Mahfud
Jumat, 19 Januari 2024 | 15:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) masih unggul dari lawan politiknya di Pilpres 2024. Prabowo-Gibran unggul sekitar 20 persen dari paslon nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Anies-Imin) serta nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD (Ganjar-Mahfud).
Hal itu terlihat dari hasil survei nasional yang dilakukan Poltraking Indonesia, Jumat (19/1/2024). Hasil temuan survei berskala nasional itu bertajuk “Tren Elektabilitas Capres-Cawapres: Satu Atau Dua Putaran?”.
"Simulasi surat suara tiga pasangan calon presiden–wakil presiden, pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memperoleh elektabilitas 46,7 persen," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR dalam keterangan tertulisnya, Jumat.
Untuk elektabilitas Anies-Imin mencapai 26,9 persen dan Ganjar-Mahfud sebesar 20,6 persen. Menurut Hanta, tren elektabilitas Anies-Imin sedikit naik, yakni 3,8 persen, sedangkan, Prabowo-Gibran naik tipis 1,5 persen.
Hanta menyebut, Ganjar-Mahfud mengalami penurunan elektabilitas. Hal itu terjadi dari Desember 2023 sampai Januari 2024, yakni 6,7 persen.
"Tren yang dialami ketiga pasangan capres-cawapres membuat Prabowo-Gibran masih unggul dibanding dua kandidat lainnya," ujarnya.
Tren naiknya elektabilitas Anies-Imin, kata Hanta, membuat paslon tersebut menempati posisi dua. Ganjar-Mahfud, justru menempati posisi tiga seiring dengan penurunan tren elektabilitas.
Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei nasional dengan pengambilan data lapangan pada 1-7 Januari 2024 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Dengan jumlah responden 1220, margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Klaster survei menjangkau 34 provinsi seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 2024. Stratifikasi survei adalah proporsi jenis kelamin pemilih.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi terhadap responden yang dipilih secara acak. Setiap pewawancara, yang sudah terlatih itu, mewawancarai 10 responden untuk setiap satu desa/kelurahan terpilih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




