ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Maruarar Sirait: Jadilah Petugas Rakyat, Jangan Jadi Petugas Partai

Minggu, 28 Januari 2024 | 13:56 WIB
BM
DM
Penulis: Bella Evanglista Mikaputri | Editor: DM
Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Maruarar Sirait saat berkampanye di Lapangan GGM Majalengka, Jawa Barat pada Minggu 21 Januari 2024.
Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Maruarar Sirait saat berkampanye di Lapangan GGM Majalengka, Jawa Barat pada Minggu 21 Januari 2024. (Beritasatu/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Maruarar Sirait mengajak rakyat memilih pemimpin dengan menggunakan hati. Pemimpin adalah petugas rakyat, bukan petugas partai.

Hal itu disampaikan Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, menanggapi keluarnya Ketua Umum Pemuda Katolik (PK) Stefanus Gusma dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). 

"Saya tidak mengajak, tapi ikutilah hati. Berpolitik itu harus ikuti hati, jadilah petugas rakyat. Jangan jadi petugas partai," katanya saat menghadiri Suara Muda Indonesia untuk Prabowo-Gibran di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (27/1/2024).

Untuk diketahui, Maruarar sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) dan ikut keluar dari PDIP. Alasan ia keluar adalah untuk mengikuti langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

ADVERTISEMENT

"Saya mendukung Prabowo-Gibran karena mengikuti langkah Pak Jokowi. Saya percaya Pak Jokowi merupakan pemimpin yang dipercaya rakyat Indonesia," lanjut Maruarar.

Maruarar meyakini pilihan Jokowi tak mungkin salah mengingat indeks kepercayaan masyarakat kepada Jokowi telah mencapai angka 83 persen.

"Indeks kepercayaan masyarakat ke Pak Jokowi sudah 83 persen. Itu paling tinggi di dunia saat ini. Narendra Modi (Perdana Menteri India) mungkin sekitar 75 persen. Sekarang Jokowi sudah 83 persen. Pilihannya beliau pasti yang terbaik," bebernya.

Pernyataan petugas partai kerap disampaikan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Pernyataan Mega itu disematkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang merupakan kader PDIP.

Mega pun mengaku sering disebut sombong karena menyebut Jokowi sebagai petugas partai. "Saya sampai bingung, lho kok saya bilang Pak Jokowi petugas partai, kader, lho kok saya diomongkan terlalu sombong. Itu AD ART di partai kita," katanya di lokasi Rakernas, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (1/10/2023).

Tidak hanya Jokowi, Mega menyebut dirinya juga merupakan petugas partai yang ditugaskan Kongres PDIP untuk bertanggung jawab sebagai Ketum PDIP.

"Saya pun petugas partai. Ditugasi oleh Kongres Partai untuk menjadi, dipilih oleh kalian untuk bertanggung jawab sebagai ketua umum," ucapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hercules Klaim Pernah Ditawari Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo

Hercules Klaim Pernah Ditawari Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo

NASIONAL
KPK Tak Temukan Bukti Uang Korupsi Taspen Mengalir ke Pilpres 2024

KPK Tak Temukan Bukti Uang Korupsi Taspen Mengalir ke Pilpres 2024

NASIONAL
Santai Bahas Rivalitas, Prabowo: Anies Bikin Mak-mak Kasihan ke Saya

Santai Bahas Rivalitas, Prabowo: Anies Bikin Mak-mak Kasihan ke Saya

NASIONAL
Prabowo: Saya Enggak Dendam Sama Anies, Dia yang Bantu Aku Menang

Prabowo: Saya Enggak Dendam Sama Anies, Dia yang Bantu Aku Menang

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon