ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ahok Disebut Menghasut dan Sebarkan Hoax Soal Presiden Jokowi hingga Gibran yang Tak Bisa Kerja

Rabu, 7 Februari 2024 | 17:11 WIB
YP
AD
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: AD
Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar (tengah) saat konferensi pers di Jakarta, Rabu 7 Januari 2024.
Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar (tengah) saat konferensi pers di Jakarta, Rabu 7 Januari 2024. (Beritasatu.com/Yustinus Patris Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar menilai politikus PDIP Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok menghasut masyarakat dan menyebarkan hoax atau berita bohong dengan menyebutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka tidak bisa kerja.

Menurut Semar, pernyataan Ahok jelas bertentangan dengan fakta dan kenyataan Jokowi dan Gibran yang sudah terbukti kerja-kerjanya membangun Indonesia dan Solo.

"Ahok memang berisik dari dulu, karakternya hanya bisa membuat gaduh publik, dia enggak pernah belajar dari masa lalunya yang gara-gara omongan dia berakibat masuk penjara. Lucunya dia pernah ucapkan jangan bohongi rakyat hanya untuk memenangkan kontestasi dan sekarang ini justru dia yang sedang bohongi rakyat," ujar Semar kepada Beritasatu.com, Rabu (7/2/2024).

ADVERTISEMENT

Menurut Semar, pernyataan Ahok sebenarnya menggambarkan rasa frustasi kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD karena makin kecil kemungkinan bisa memenangkan pertarungan Pilpres 2024.

"Pernyataan Ahok itu hanya bagian dari upaya cari perhatian masyarakat, tapi menghasut sekaligus menyebarkan berita bohong," tandas dia.

Semar menilai tidak terlalu sulit mencari bukti hasil kerja Jokowi dan Gibran sebagai Wali Kota Solo. Salah satunya bisa merujuk pada hasil survei dan penerimaan masyarakat terhadap keduanya yang tinggi.

"Survei menunjukkan kepuasan terhadap kinerja Pak Jokowi saat ini mencapai 75 sampai 80 persen, itu masyarakat yang menilai, jadi kalau ada yang masih mempertanyakan kerjanya Pak Jokowi memang dia tidak pernah menggunakan akal pikirannya sebelum berucap," tutur dia.

"Itulah gambaran petugas partai seperti Ahok, cara membela paslonnya dengan menghasut secara membabi buta tanpa dasar yang bisa dipertanggungjawabkan dan Rampai Nusantara di seluruh Indonesia akan pasang badan untuk membela Jokowi dan Gibran," kata Semar menambahkan.

Lebih lanjut, Semar juga mengimbau elite politik tidak menjadi sumbu kegaduhan menjelang Pemilu 2024 yang tinggal hitungan hari. Pasalnya, hal tersebut akan merugikan masyarakat.

"Pemilu yang kita harapkan adalah damai, kondusif, tidak ada kecurangan sehingga semuanya bisa berjalan dengan lancar, kok malah ada elite politik yang sengaja memancing kegaduhan," pungkas Semar. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon