ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Formappi Duga Ada Faktor Lain di Balik Kecurigaan Lonjakan Suara PSI

Rabu, 6 Maret 2024 | 07:43 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Peneliti Formappi Lucius Karus.
Peneliti Formappi Lucius Karus. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Bidang Legislasi Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menduga kritik terkait lonjakan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan berlandaskan perolehan suara yang melambung tinggi, melainkan karena faktor lain.

Hal itu disampaikan Lucius terkait banyaknya tudingan dugaan kecurangan di balik lonjakan suara PSI, yang berbeda antara hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei dengan penghitungan sementara (real count) KPU.

"Saya menduga posisi PSI yang belakangan dianggap sebagai 'Partai Jokowi' menjadi sumber kemunculan kritikan atas PSI pada Pemilu 2024, termasuk dalam hal perolehan suara mereka," ujarnya di Jakarta, Selasa (5/3/2024).

ADVERTISEMENT

Lucius menganggap wajar lonjakan suara PSI karena kondisi yang kurang lebih sama juga terjadi pada partai politik (parpol) lain.

"Anggapan ini muncul karena hanya pada lonjakan suara PSI tudingan manipulasi muncul, sedangkan pada parpol lain yang juga mengalami kenaikan suara dianggap biasa saja," katanya.

Lucius menyebutkan, ada beberapa parpol yang mengalami lonjakan suara jika dibandingkan antara hitung cepat lembaga survei Indikator dan versi resmi dari KPU.

PKB misalnya, dalam quick count Indikator hanya mendapatkan 10,49 persen, tetapi dalam real count KPU sementara sudah mengantongi 11,54 persen.

Selain itu, Lucius juga menyoroti lonjakan suara yang dialami Partai Gelora. Dalam hitung cepat Indikator, Partai Gelora hanya mendapatkan 0,93 persen.

Jumlah tersebut berbeda dengan versi hasil hitung cepat KPU. Partai yang digawangi Anis Mata dan Fahri Hamzah ini mendapatkan jumlah suara 1,49 persen.

Dalam hitung cepat Indikator, PSI memperoleh 2,81 persen dan perolehan suara sementara versi KPU mencapai 3,13 persen.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie menilai penambahan suara partainya wajar karena terjadi saat KPU melakukan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2024.

Dia pun mengingatkan semua pihak agar tidak tendensius menyikapi penambahan suara tersebut.

"Penambahan termasuk pengurangan suara selama proses rekapitulasi adalah hal wajar. Yang tidak wajar adalah apabila ada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini dengan mempertanyakan hal tersebut," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (2/3/2024).

Grace menuturkan, berbagai kemungkinan masih dapat terjadi selama KPU masih melakukan rekapitulasi suara para pemilih dalam Pemilu 2024.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ahmad Ali ‘Sat Set’ Temui Jokowi setelah Jadi Ketua Harian PSI

Ahmad Ali ‘Sat Set’ Temui Jokowi setelah Jadi Ketua Harian PSI

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon