Survei: Gus Ipul-Puti Tetap Ungguli Khofifah-Emil
Kamis, 22 Februari 2018 | 20:40 WIB
Surabaya- Lembaga survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) meluncurkan hasil survei Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) satu minggu setelah pengundian nomor urut. Hasil survei menyebutkan, elektabilitas pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno unggul di kisaran 53,7 persen dari pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto yang memperoleh dukungan 46,3 persen suara di Jawa Timur.
Sementara untuk popularitas Khofifah berada di urutan pertama (94,1 persen), disusul oleh Gus Ipul (90,9 persen), dan Emil (48,7 persen), sedangkan Puti 28,5 persen responden. Survei menggarisbawahi rendahnya nilai korelasi antara elektabilitas dan popularitas kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur di Jawa Timur. Apalagi sebelum masa kampanye, seharusnya popularitas berkorelasi tinggi dengan elektabilitas. "Selisih sekitar 7,4 persen merupakan modal awal bagi Gus Ipul dan Puti apalagi jika melihat bahwa popularitas mereka masih di bawah kompetitornya." kata Direktur riset dan kajian KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo Kunto, di Surabaya, Kamis (22/2).
Beberapa faktor yang membantu naiknya elektabilitas Gus Ipul-Puti Guntur, adalah faktor petahana sehingga dipersepsi oleh pemilih sebagai calon yang lebih berpengalaman dan faktor persepsi religiusitas yang dilekatkan pada sosok Gus Ipul. Apalagi faktor agama adalah rujukan utama untuk memilih gubernur dan wakil gubernur (75,4 persen) disusul oleh faktor kesukuan (40,1 persen), dan faktor petahana atau pengalaman (30,5 persen).
Sementara founder lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio menambahkan, dengan keunggulan elektabilitas, pasangan Saifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno seharusnya masih bisa diangkat dengan mendongkrak popularitas calon wakil gubernurnya. "Popularitas Puti jika terus ditingkatkan akan jadi faktor penting dalam menentukan pilgub," tambah Hendri.
Satu lagi yang membuat kontestasi politik di Jawa Timur ini unik adalah 43,7 persen pemilih menentukan pilihannya di hari-hari tenang dan bahkan di hari H pemilihan. Mereka yang menentukan pilihannya di fase akhir pilkada tersebar secara merata sebagai pendukung kedua pasangan calon. Hendri menyatakan bahwa kedua pasangan calon harus bekerja keras untuk meyakinkan mereka yang akan menentukan pilihannya di etape akhir pilkada.
Menurut Hendri, proses pengumpulan data dilakukan pada awal Februari 2018 lalu. Sedangkan survei dilakukan dengan metode tatap muka, melibatkan 600 responden dengan margin of error (MoE) +/- 4,08 persen pada interval kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan tanggal 2 sampai dengan 8 Februari 2018. Untuk teknik sampling kami menggunakan metode acak bertingkat.
Lembaga survei KedaiKOPI dikatakan, merupakan lembaga survei independen, survei ini dibiayai oleh internal organisasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




