ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cak Nun Tegaskan Dirinya Tidak Berpolitik

Minggu, 14 Oktober 2018 | 18:57 WIB
MS
FB
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: FMB
Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin (kanan) bersilaturahmi ke Rumah Maiyah, di Kadipiro, Yogyakarta, dan berdiskusi dengan Emha Ainun Nadjib (kiri), Minggu 14 Oktober 2018.
Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin (kanan) bersilaturahmi ke Rumah Maiyah, di Kadipiro, Yogyakarta, dan berdiskusi dengan Emha Ainun Nadjib (kiri), Minggu 14 Oktober 2018. (Ist)

Yogyakarta - Budayawan Emha Ainun Nadjib, atau kerap disapa Cak Nun, menyatakan dirinya tahu ada saja pihak yang memotong-motong pernyataannya di media sosial untuk kepentingan politik. Namun dia pastikan dirinya tak mau mencampuri politik, walau di saat bersamaan mengaku tak bisa menghalangi mereka yang memotong pernyataannya untuk kepentingan politis.

Hal itu diungkapkannya di hadapan cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, yang datang bersilaturahmi ke kediamannya di Rumah Maiyah, Kadipiro, Yogyakarta, Minggu (14/10).

Kata Cak Nun, dirinya sama sekali tak berpolitik. Hidupnya hanya berkutat dengan ketuhanan, tanah air, dan rakyat. Sama sekali tak ada kaitan dengan negara maupun pemerintahan. Itu sebabnya dia lebih memilih untuk setidaknya empat hari dalam seminggu bertemu masyarakat bawah, khususnya dari kalangan Nahdliyin.

"Saya tak pernah sekalipun punya niat ikut campur (soal politik). Bahwa ada potongan kalimat saya diambil-ambil, dicampur-campur, itu medsos namanya. Saya tak bisa menghalang," kata Cak Nun.

ADVERTISEMENT

Cak Nun mengaku, dirinya bersama Komunitas Maiyah menjaga supaya tetap berposisi sebagai petugas keseimbangan, petugas kerukunan, petugas silaturahmi.

"Jadi kalau ramai-ramai ada HTI sama NU, ya saya ikut. Tetapi saya terima siapapun yang datang. Kalau ada kesempatan mereka mau ikut, ya saya persilahkan. Minimal kalau ada saya lebih mengademkan," ujar Cak Nun.

Kiai Ma'ruf Amin sendiri mengaku punya keprihatinan yang sama soal media sosial. Sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia, Kiai Ma'ruf mengatakan bahwa lembaga itu sebenarnya sudah membuat pedoman berupa fatwa. Substansinya adalah bagaimana agar bermuamalah dalam media sosial.

"Saya setuju harus ada tabayyun dan untuk melakukan perubahan, selain pedoman, harus ada edukasi dari pemerintah, tokoh, dan ulama," kata Kiai Ma'ruf.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon