ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ini Strategi Kubu Jokowi Berdayakan Perempuan

Sabtu, 17 November 2018 | 10:23 WIB
FE
FB
Penulis: Fuska Sani Evani | Editor: FMB
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja, Erick Thohir.
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja, Erick Thohir. (Suara Pembaruan/Fuska Sani Evani)

Yogyakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja, Erick Thohir menyatakan bahwa sudah banyak kaum ibu beralih profesi dari buruh menuju industri kreatif. Hal itu didukung dengan program pemerintah saat ini yakni mengoptimalkan industri pariwisata, sehingga tercipta banyak peluang bagi industri kreatif tersebut.

Hal itu disampaikan Erick saat menghadiri Deklarasi Perempuan Koalisi Indonesia Kerja yang berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta pada Jumat (16/11) siang.

Erick mengatakan bahwa ibu-ibu juga merupakan tulang punggung ekonomi keluarga. Karena itu, dengan maraknya industri kreatif di bidang pariwisata, khususnya di Yogyakarta, lapangan kerja akan tercipta.

"Karena komitmen dari pemerintahan sekarang dan kita lihat sendiri bagaimana perkembangan yang tadinya banyak ibu-ibu yang dulunya buruh yang manggul tapi sekarang juga mulai pada masuk ke industri kreatif ataupun lain lainnya," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Ia juga menambahkan, saat ini juga sudah banyak desa wisata, sehingga hal ini menjadi sangat positif dan harus terus didukung dan dikembangkan.

Terkait seberapa efektif ibu-ibu dalam mempengaruhi suara, Erick mengatakan, bahwasanya ibu-ibu memiliki kekuatan hati yang murni dan susah dipolitisir.

"Mereka tahu apa yang telah dikerjakan oleh pemerintah sekarang," ujar Erick.

Dikatakan Erick, sudah banyak program yang telah dikerjakan oleh pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat.

"Kartu sehat, kartu pintar itu kan mengurangi beban daripada ekonomi rumah tangga juga dengan hal-hal yang disupport oleh pemerintah pada saat ini," ucapnya.

Ketua penyelenggara Deklarasi Perempuan Koalisi Indonesia Kerja, MY Esti Wijayanti menyebutkan bahwa berbagai komponen perempuan, di antaranya kader pengusung, perempuan berbagai profesi dan golongan, petani, UMKM, generasi milenial, buruh, pedagang, seniman, serta budayawan, bergabung menjadi Perempuan Indonesia untuk Jokowi Ma'ruf Amin atau P-IJMA.

"Ini terbentuk karena untuk terus berdirinya NKRI yang berisi Pancasila dan juga Bhinneka Tunggal Ika dan cita-cita bangda yang sesuai UUD 1945, maka pilihan terbaik adalah harus memenangkan Bapak Ir H Joko Widodo bersama Bapak KH Ma'ruf Amin sebagai wakilnya. Kita perempuan tidak boleh diam, harus ambil bagian untuk kemenangannya," ujarnya.

Selanjutnya, Esti mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi di Plaza Ngasem adalah untuk merepresentasikan kesederhanaan, guyub rukun, tempat yang digunakan untuk menjalankan ekonomi rakyat, wujud nilai kesejahteraan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon