Kader Golkar Bela Ketua Umum Airlangga Soal Penundaan Pemilu
Jumat, 15 April 2022 | 13:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Politikus muda Partai Golongan Karya (Golkar) Riko Lodewijk Lesiangi membela Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto terkait penundaan pemilu.
Ia menilai cara-cara membangun opini publik tersebut sangat merugikan Partai Golkar. Pasalnya hal tersebut menyerang dan menyudutkan dua tokoh senior di Partai Beringin tersebut, yakni Airlangga Hartarto dan Luhut Binsar Pandjaitan. Airlangga adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sedangkan Luhut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Riko Lodewijk menyebut, Airlangga Hartarto maupun Luhut Binsar Pandjaitan telah banyak berbuat banyak untuk bangsa dalam menjalankan tugasnya sebagai pembantu Presiden Jokowi.
Baca Juga: Jokowi Larang Menteri Bicara Penundaan Pemilu, Airlangga: Sudah Jelas
Menurut Riko, kedua sosok tersebut tentu layak diberikan apresiasi.
"Hanya dua tokoh Golkar yang selalu diberikan kepercayaan mengemban jabatan khusus menandakan Jokowi mempercayai kualitas kapasitasnya. Politikus bermental seperti itu tidak membangun serta memberikan contoh kepada generasi muda politik demokrasi yang beretika dan beradab," kata Riko Lodewijk dalam keterangannya, Jumat (15/4/2022).
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyinggung soal menteri yang memberikan komentar tentang urusan di luar kewenangannya.
Baca Juga: Hasto: Menteri Harus Fokus pada Tupoksi
Meskipun Hasto tidak menyebut nama menteri yang dimaksud, dia meminta supaya para menteri di Kabinet Indonesia Maju tidak ikut mendorong soal wacana penundaan pemilu. Dia juga mengingatkan para menteri untuk bekerja sesuai dengan tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) masing-masing.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




