ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PKB Menunggu Kesiapan KH Marzuki Mustamar untuk Maju di Pilkada Jatim

Rabu, 29 Mei 2024 | 17:17 WIB
YP
JS
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: JAS
KH Marzuki Mustamar saat memberikan keterangan pemberhentian dirinya sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Kamis 28 Desember 2023.
KH Marzuki Mustamar saat memberikan keterangan pemberhentian dirinya sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Kamis 28 Desember 2023. (Beritasatu.com/Didik Fibrianto)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Desk Pilkada DPP PKB, Abdul Halim Iskandar atau biasa disapa Gus Halim mengatakan pihaknya masih menunggu kesediaan dari mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) KH Marzuki Mustamar untuk maju di Pilkada Jatim melawan pasangan bakal calon kepala daerah petahana Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. 

PKB, kata Gus Halim siap mengusung Marzuki Mustamar jika dia bersedia ikut kontestasi pilkada. "Kalau PKB-nya siap, aspirasinya siap, tetapi final touch-nya nanti akan kita tunggu kesediaannya Kiai Marzuki, meskipun kita siap, tetapi Kiai Marzuki mengatakan wah janganlah, tentu kita tidak akan memaksakan beliau," ujar Gus Halim saat dalam konferensi pers di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta, Rabu (29/5/2024).

Gus Halim mengakui banyak aspirasi dari masyarakat Jatim agar KH Marzuki Mustamar maju calon gubernur Jatim. Hanya saja, kata dia, pihaknya tidak bisa memaksa KH Marzuki untuk maju.

ADVERTISEMENT

"Untuk Jatim, hari ini KH Marzuki lagi bergulir di masyarakat, lagi bertemu masyarakat untuk menyampaikan aspirasi kepada PKB. Tentu PKB sebagai parpol sangat senang mendapatkan aspirasi itu. Namun, semua itu ujungnya tentu akan kami kembalikan kepada KH Marzuki, karena PKB tidak mungkin mengeklaim bahwa Kiai Marzuki bersedia dan siap," tegas Gus Halim.

Apalagi, kata Gus Halim, KH Marzuki Mustamar merupakan salah satu tokoh NU yang dihormati di Jatim. Dia pun memahami bakal banyak pertimbangan dilakukan KH Marzuki Mustamar sebelum memutuskan maju atau tidak di Pilkada Jatim.

"Beliau juga tokoh dan ikon NU Jatim yang luar biasa, yang semakin populer setelah mendapat perlakuan-perlakuan yang tidak bagus itu. Setelah diberhentikan oleh PBNU, dia malah semakin populer. Aspirasi ini adalah salah satunya dampaknya," pungkas Gus Halim.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon