ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Maju Pilbup Kediri 2024, Deny Widyanarko Komitmen Dukung Pelestarian Situs Budaya

Minggu, 4 Agustus 2024 | 19:01 WIB
AF
BW
Penulis: Anis Firmansah | Editor: BW
Deny Widyanarko (kanan) saat menghadiri suran agung di situs Candi Dorok, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu 4 Agustus 2024.
Deny Widyanarko (kanan) saat menghadiri suran agung di situs Candi Dorok, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu 4 Agustus 2024. (Beritasatu.com/Anis Firmansah)

Kediri, Beritasatu.com - Maju pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kediri 2024, Deny Widyanarko berkomitmen mendukung akan pelestarian situs budaya yang ada di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pernyataan tersebut diungkapkan bakal calon bupati (bacabup) itu saat menghadiri acara garebek Suro atau suran agung di situs Candi Dorok, Dusun Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (4/8/2024).

"Nuansa suran agung dilaksanakan di semua wilayah Kabupaten Kediri, termasuk di situs Candi Dorok. Kita sangat senang dan komitmen mendukung ikut bersama-sama meramaikan acara suran agung atau bersih desa di Desa Manggis ini," kata Deny, kepada Beritasatu.com.

Deny mengatakan, sempat berdiskusi dengan masyarakat serta mendapatkan banyak masukan dalam upaya pelestarian situs budaya. Dari situ, ia pun bertekad untuk lebih mendukung pelestarian situs budaya ke depan melalui Pilbup Kediri 2024.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, keberadaan situs budaya banyak memberikan pelajaran yang baik dalam kehidupan. "Kita orang Kediri. Saya sendiri juga senang dengan budaya di Kabupaten Kediri, termasuk situs yang ada di Kabupaten Kediri. Situs-situs memberikan pelajaran kepada kita agar lebih baik, lebih maju dan berdikari sebagai masyarakat Kediri ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Cagar Budaya dan Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Evi Wijayanti, menyampaikan keberadaan situs budaya di Kabupaten Kediri sangat banyak jumlahnya.

Kediri juga menjadi salah satu pemerintah daerah yang konsisten dalam upaya pelestarian. Bahkan, di Bumi Panjalu ini juga terdapat tim ahli cagar budaya.

Berdasarkan data Disbudpar Jatim, jumlah total jupel sebanyak 240 orang, 18 di antaranya di Kabupaten Kediri. "Situs Dorok dalam arkeologi itu adalah salah satu peninggalan zaman kerajaan Majapahit. Saat ini juga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Dengan penetapan cagar budaya itu, maka menjadi tanggung jawab pemerintah,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon