ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Peneliti SMRC: PKB Paling Berpeluang Gabung KIM Plus Usung Ridwan Kamil pada Pilgub Jakarta 2024

Senin, 5 Agustus 2024 | 09:44 WIB
TR
R
Penulis: Thomas Rizal | Editor: RZL
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (tiga kanan) didampingi (dari kiri) tiga Wakil Ketua Umum Jazilul Fawaid, Ida Fauziyah, Hanif Dhakiri, Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Manarul Hidayah dan Sekretaris Dewan Syuro PKB Syaifullah Maksum dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKB di JCC Senayan, Jakarta, Selasa 23 Juli 2024.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (tiga kanan) didampingi (dari kiri) tiga Wakil Ketua Umum Jazilul Fawaid, Ida Fauziyah, Hanif Dhakiri, Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Manarul Hidayah dan Sekretaris Dewan Syuro PKB Syaifullah Maksum dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKB di JCC Senayan, Jakarta, Selasa 23 Juli 2024. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad, mengungkapkan pandangannya mengenai langkah Partai Golkar yang memajukan Ridwan Kamil sebagai bakal calon dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebelumnya memberikan sinyal akan memajukan sosok yang akrab disapa Kang Emil itu di Jakarta, setelah Golkar sepakat mengusung Dedi Mulyadi untuk maju pada Pilgub Jabar 2024.

Airlangga juga memberi sinyal akan ada partai lainnya yang bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam mengusung RK, dengan menyebut gabungan koalisi itu sebagai "KIM plus". Koalisi Indonesia Maju merupakan koalisi partai pendukung pemerintahan mendatang, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

ADVERTISEMENT

"Kalau melihat dari tiga partai pada Koalisi Perubahan di Pilpres 2024 yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden, saya melihat justru PKB yang paling memungkinkan untuk gabung dengan KIM," kata Saidiman dalam program "Beritasatu Sore" yang ditayangkan BTV pada Minggu (4/8/2024).

"PKB memiliki potensi untuk masuk ke dalam koalisi pemerintah karena tradisinya yang selalu berada di dalam pemerintahan dan komunikasi politik yang terjalin dengan baik, termasuk untuk Pilkada 2024," ujar Saidiman.

Saidiman menilai, meskipun Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar merupakan calon wakil presiden pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024 lalu, kedekatan PKB dengan Anies Baswedan berbeda dengan Nasdem dan PKS.

"PKS dan Nasdem memiliki kedekatan khusus dengan Anies, sementara PKB memiliki peluang lebih besar untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan," tambahnya.

Sementara itu, Saidiman justru menilai Nasdem dan PKS sulit untuk mengabaikan kesempatan strategis untuk mendudukkan tokoh mereka dalam Pilgub Jakarta 2024, mengingat popularitas Anies Baswedan di Jakarta.

"PDI Perjuangan mungkin lebih cenderung bergabung dengan Anies Baswedan. Anies memiliki banyak pendukung di Jakarta, tetapi ia masih perlu memperluas dukungannya dari kalangan nasionalis yang selama ini resisten. Dengan bergabungnya PDI Perjuangan, resistensi dari kalangan nasionalis dan Islam moderat terhadap Anies dapat berkurang," tambah Saidiman.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Aliran Dana Korupsi BJB ke Pilgub Jakarta, KPK Bisa Periksa Timses RK

Aliran Dana Korupsi BJB ke Pilgub Jakarta, KPK Bisa Periksa Timses RK

NASIONAL
KPK Dalami Dugaan Uang Korupsi Bank BJB untuk Pilgub Jakarta

KPK Dalami Dugaan Uang Korupsi Bank BJB untuk Pilgub Jakarta

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon