ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Elektabilitas di Bawah Ahmad Luthfi, Begini Tanggapan Andika Perkasa

Minggu, 1 September 2024 | 18:12 WIB
WP
BW
Penulis: Wijayanti Putri | Editor: BW
Bakal calon gubernur (bacagub) Jawa Tengah yang diusung PDIP, Andika Perkasa saat memberikan keterangan kepada awak media seusai menghadiri silaturahmi dengan jajaran pengurus PDIP Kota Solo di GOR Sritex Arena, Minggu 1 September 2024.
Bakal calon gubernur (bacagub) Jawa Tengah yang diusung PDIP, Andika Perkasa saat memberikan keterangan kepada awak media seusai menghadiri silaturahmi dengan jajaran pengurus PDIP Kota Solo di GOR Sritex Arena, Minggu 1 September 2024. (Beritasatu.com/Wijayanti Putri)

Solo, Beritasatu.com - Bakal calon gubernur (bacagub) Jawa Tengah yang diusung PDIP, Andika Perkasa tak mempermasalahkan tingkat elektabilitasnya saat ini yang masih berada di bawah bacagub Ahmad Luthfi. Menurutnya rangkaian Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernu (Pilgub) Jateng 2024 masih panjang.

“Ya itu (elektabilitas) kan adalah sesuatu yang memang suatu potret hari ini, tetapi yang jelas masing-masing berusaha yang terbaik. Saya khususnya dengan Mas Hendi (Hendrar Prihadi) setelah mendapat penugasan ini akan tetap bekerja,” ujarnya seusai menghadiri silaturahmi Andika-Hendi dengan jajaran pengurus PDIP Kota Solo di GOR Sritex Arena, Minggu (1/9/2024).

Terkait istilah perang bintang di Pilgub Jateng 2024 ini, merujuk pada dirinya dan Ahmad Lutfi yang sama-sama seorang jenderal, mantan panglima TNI itu menampik hal tersebut.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, di Pilgub Jateng ini keduanya berada di posisi yang sama sebagai bacagub dan tidak ada kaitannya dengan pangkat.

“Tidaklah ya. Intinya kan calon di Pilgub Jateng ada dua dan pasti kita berdua sama-sama berusaha memperkenalkan siapa kami, visi misi dan program masing-masing. Kalau menurut saya dengan adanya dua calon ini bagus bagi masyarakat Jateng karena mereka ada pilihan,” kata Andika.  

Disinggung mengenai serangan di sosial media (sosmed) yang mulai bermunculan, Andika menegaskan hal tersebut merupakan hal yang wajar dalam sebuah kontestasi meski pada saat bersamaan hal tersebut juga ia sayangkan. Hal itu karena rawan memecah belah masyarakat.

“Itu (serangan di medsos) merupakan satu mekanisme yang pasti terjadi, ya tidak apa-apa. Karena semua orang pasti punya pilihan dan pendapatnya sendiri, yang penting kita berusaha untuk menjaga semaksimal mungkin, agar pemilihan daerah ini harus tentram. Jangan sampai memecah belah karena siapa pun yang terpilih akan menjadi pemimpin,” tandasnya.

Pihaknya pun tetap optimistis bisa meraih suara optimal di Pilgub Jateng 2024 kendati PDIP berjuang sendiri melawan pasangan calon (paslon) yang diusung koalisi partai politik (parpol) di Jateng dan melihat suara di Pilpres 2024 lalu.

“Kita pasti berusaha untuk bisa memenangi Pilgub ini. Terkait perolehan Pilpres lalu karena suara PDIP tidak optimal, pastinya sudah ada evaluasi dari DPC dan DPP di Jateng karena mereka nantinya yang akan menjadi ujung tombak. Mereka yang tahu kekurangan, kelebihan dan kekuatan dan tentunya menjadi bahan perbaikan untuk memenangi Pilkada 2024,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon