Pilgub Jabar 2024: Berimbang, Dedi Mulyadi vs Ahmad Syaikhu Bakal Sengit
Senin, 2 September 2024 | 22:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menilai Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2024 menjadi arena pertarungan sengit antara cagub Dedi Mulyadi dengan Presiden PKS Ahmad Syaikhu. Menurut Saidiman, keduanya memiliki keunggulan yang berimbang, meskipun secara elektabilitas Dedi Mulyadi masih berada di peringkat pertama.
"Saya melihat pertarungan di sini (Jabar), ada dua, Dedi Mulyadi yang didukung banyak partai melawan PKS yang punya sejarah sangat efektif dalam memobilisasi massa di hari-hari terakhir," ujar Saidiman seusai mengikuti FGD politik bertajuk “Menguak Peta Kekuatan Calon Pilkada di 6 Provinsi Strategis” di kantor B-Universe PIK 2, Jakarta, Senin (2/9/2024).
Saidiman menjelaskan, secara elektabilitas, Dedi Mulyadi unggul dibandingkan Ahmad Syaikhu. Hanya saja, kata dia, elektabilitas Dedi Mulyadi tidak dominan secara merata di seluruh daerah Jawa Barat sebagaimana elektabilitas Ridwan Kamil di Jabar.
"Meskipun Dedi Mulyadi relatif lebih di atas dibanding calon-calon lain, tetapi kalau lihat dari demografi pemilih, itu dia menguasai wilayah-wilayah tertentu saja, misalnya Karawang, Purwakarta, tempat dia dahulu menjadi bupati. Namun, wilayah-wilayah lain dikuasai kelompok politik yang lain," kata Saidiman.
"Katakanlah Bekasi, Depok, Bogor, itu dikuasai kelompok politik Islam, dalam hal ini PKS, Ahmad Syaikhu kuat di wilayah itu. Di wilayah lain, misalnya di Pantura, dikuasai oleh merah, PDIP, ada Ono Surono di sana. Jadi, Jawa Barat ini besar tidak ada tokoh sepopuler Ridwan Kamil yang menguasai hampir merata di semua wilayah. Dedi Mulyadi dominan di wilayah tertentu, tetapi tidak semua wilayah," tambah Saidiman menerangkan.
Menurut Saidiman, pertarungan Dedi Mulyadi melawan Ahmad Syaikhu menjadi kontestasi antara calon yang didukung banyak partai melawan partai yang solid memobilisasi suara. Dia menilai, hal tersebut harus diperhatikan oleh Dedi Mulyadi dan partai pendukungnya.
"Ini yang membuka ruang pertarungan. Apalagi kalau kita lihat lawannya Ahmad Syaikhu yang didukung PKS dan kita melihat dalam beberapa kali pemilu, PKS sangat efektif di dalam minggu-minggu terakhir, melakukan mobilisasi suara. Kadang-kadang survei sekarang tidak bisa menangkap secara utuh perolehan suara dari calon PKS karena mereka sangat efektif di hari-hari terakhir jelang pemilu," pungkas Saidiman.
Diketahui, Pilgub Jabar 2024 diikuti oleh 4 pasangan calon, pertama Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan yang diusung 14 partai, yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, dan PSI. Selain itu ada sembilan partai nonparlemen yang mengusung yakni Hanura, Gelora, Garuda, PKN, Buruh, Prima, Perindo, PBB, dan Partai Ummat.
Kedua, pasangan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie yang diusung oleh tiga partai yakni Nasdem, PKS, dan PPP. Kedua, Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan terakhir pasangan Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja yang diusung PDIP.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




