Survei PSG: Gagasan "Satu Kecamatan Satu Arsitek" Ridwan Kamil Tidak Relevan Bagi Warga Jakarta
Minggu, 8 September 2024 | 08:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Hasil survei terbaru yang dirilis oleh Political Strategy Group (PSG) menunjukkan gagasan "satu kecamatan satu arsitek" yang digagas oleh bakal calon gubernur Jakarta, Ridwan Kamil, tidak dianggap sebagai prioritas oleh mayoritas warga Jakarta. Berdasarkan survei tersebut, masalah utama yang dihadapi warga Jakarta justru terkait harga kebutuhan pokok yang terus melonjak.
Chief Research Officer PSG, Ahsan Ridhoi, menjelaskan isu yang paling mendesak bagi warga Jakarta saat ini adalah harga kebutuhan pokok dan lapangan pekerjaan.
Baca Juga: Survei Pilgub Jakarta: Mayoritas Pendukung Anies Baswedan Tak Akan Memilih Ridwan Kamila kebutuhan pokok dan kondisi lapangan kerja. Menariknya, tidak ada persoalan signifikan terkait hunian. Ridwan Kamil banyak bicara soal hunian dalam kampanyenya, namun ternyata itu bukan menjadi masalah utama warga Jakarta," kata Ahsan dalam konferensi pers di Ashley Wahid Hasyim, Jakarta, Sabtu (7/9/2024).
Lebih rinci, survei menunjukkan 27% responden memilih harga kebutuhan pokok sebagai masalah utama. Isu penciptaan lapangan kerja atau pengurangan pengangguran menempati posisi kedua dengan 23%.
Berikutnya, 13% responden menganggap masalah keamanan dan ketertiban sebagai isu penting, diikuti oleh pengurangan kemiskinan sebesar 8%. Masalah kemacetan dan pertumbuhan UMKM masing-masing mendapatkan 5% suara.
Menariknya, isu banjir hanya dipilih oleh 4% responden, sementara pemberantasan korupsi serta masalah lainnya masing-masing hanya mendapat 3% dukungan.
Sebelumnya, Ridwan Kamil mengusung gagasan "satu kecamatan satu arsitek" sebagai solusi untuk menata kawasan kumuh di Jakarta.
"Saya punya gagasan satu kecamatan satu arsitek agar yang keren bukan hanya Sudirman-Thamrin," ucapnya dalam sebuah acara di Jakarta, Selasa (20/8/2024).
RK menambahkan, jika terpilih sebagai gubernur, ia akan menugaskan arsitek profesional di setiap kecamatan untuk menata kawasan kumuh dan memperbaiki infrastruktur seperti trotoar. Ia berharap, selama lima tahun masa kepemimpinannya, masalah kawasan kumuh di Jakarta bisa terselesaikan melalui program ini.
"Jangan sedikit-sedikit semuanya harus gubernur, karena visi saya adalah desentralisasi dalam menyelesaikan masalah," tegasnya.
Ridwan Kamil juga mengeklaim program "satu kecamatan satu arsitek" adalah sebuah inovasi yang dapat membantu menyelesaikan berbagai masalah di Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




