Dwi Alias Mbah Putih Ingin Segera Diperiksa Polisi

Sabtu, 29 Desember 2018 | 18:28 WIB
FE
B
Penulis: Fuska Sani Evani | Editor: B1
Ilustrasi pengaturan skor sepakbola
Ilustrasi pengaturan skor sepakbola (Istimewa)

Yogyakarta - Dwi Irianto, mantan anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, telah resmi ditetapkan sebagai tersangka ‘Mafia Pengaturan Skor’ oleh Satuan Petugas (Satgas) Anti Mafia Bola tidak lama setelah diamankan di Yogyakarta Jumat (28/12) siang.

Dwi yang akrab disapa Mbah Putih ini sebelumnya sempat mengaku akan berbicara jujur sesuai fakta di hadapan para penyidik, seandainya mendapat panggilan dari pihak berwajib.

Menurutnya, kasus yang juga melibatkan kesebelasan Persibara Banjarnegara itu, harus dibuka secara gamblang.

"Biar semua terang benderang, kasus di Banjarnegara itu bagaimana. Saya bilang punya kunci, itu kunci saya sendiri, saya ingin secepatnya sampaikan ke penyidik, agar kasus ini selesai. Tapi, sejauh ini, delik aduannya seperti apa juga saya tidak tahu," katanya.

Dwi mengungkapkan, ia dimintai tolong oleh Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah Johar Ling En, ketika Lasmi Indaryani, yang kala itu merupakan Manajer Persibara dan ayahnya yang menjabat Bupati Banjarnegara, ingin bertemu dengannya.

Namun Mbah Putih mengaku sama sekali tidak tahu mengenai janji-janji apa yang disodorkan ke pihak Persibara, lantaran dirinya tidak mengikuti perjalanan awal.

Mbah Putih yang disebut-sebut tertulis dalam daftar pengeluaran keuangan Persibara ini, merupakan tokoh berpengaruh dalam sepak bola di Yogyakarta.

Selain aktif memberikan saran untuk perkembangan persepakbolaan yang diampu oleh Askot PSSI Kota Yogya, dia juga sempat menjadi Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY dan Wakil Ketua Umum PSSI DIY.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon