SIJ Dukung Komitmen Sesmenpora Terhadap PSSI
Jumat, 8 Maret 2019 | 17:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kisruh PSSI pasca Satgas Anti Mafia Bola yang membuat Plt Ketum PSSI Joko Driyono jadi tersangka mendapat tanggapan dari banyak pihak. Termasuk pemerintah lewat Kementerian Pemuda dan Olahraga serta komunitas Sepakbola Indonesia Juara (SIJ)
Plt Ketum PSSI itu diduga merusak bukti keuangan dalam penyelenggaraan Liga Indonesia. Juga keterlibatan kasus pengaturan skor antara kesebelasan Madura FC dan PSS Sleman, yang mulai diusut Januari 2019 lalu.
Bukan cuma itu, Satgas Anti Mafia Bola juga mencoba mengulik agenda Kongres Tahunan PSSI 2019. Hal tersebut akhirnya membuat nama PSSI tercoreng di mata publik.
Meski begitu, menurut Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto, PSSI tak bakal dibubarkan meskipun baru diobrak-abrik oleh Satgas Mafia Anti Bola.
"Saya tegaskan PSSI tidak dibubarkan. Hanya saja ada perbaikan-perbaikan," ujarnya saat dihubungi, Jumat (8/3/2019).
Gatot menambahkan, PSSI harus melakukan langkah perbaikan untuk mengembalikan nama baiknya. Apalagi sejak lama PSSI dianggap punya pandangan pro dan kontra di mata publik.
Ditambah lagi kasus PSSI dengan Satgas Anti Mafia Bola, bisa menjadi pelajaran untuk memulai perbaikan tersebut. Namun, tegas Gatot, hal itu bukan menjadi salah satu intervensi dari pemerintah.
Saat masalah tersebut memanas, Gatot bahkan mengingatkan agar PSSI tidak lapor kepada FIFA karena justru melanggar. Sekali lagi, tambah dia, PSSI harus introspeksi dengan hati-hati.
"Untuk langkah perbaikan pokoknya kita lihat dan tunggu saja bagaimana PSSI mengatasinya," pungkas Gatot.
Dihubungi terpisah, senada dengan Sesmenpora, Ketua Umum Sepakbola Indonesia Juara (SIJ), Hendri Satrio mengatakan bahwa saat ini memang momen paling tepat bagi PSSI untuk berbenah dan pembersihan organisasi.
"PSSI tidak perlu dibubarkan, jangan dibubarkan, diperbaiki harus, dibersihkan dari mafia wajib, tapi tidak dibubarkan. Saya setuju dengan pemerintah, dengan Kempora PSSI jangan dibubarkan," kata Hensat (panggilan akrab Hendri Satrio).
Lebih jauh Hensat mengatakan, pemerintah harus hati-hati dalam mengambil langkah terkait kisruh PSSI ini. "Pantau dari jauh, tidak perlu mendekat, kalau FIFA berburuk sangka nanti disangka pemerintah mau intervensi, nanti kita dihukum lagi," tambah Hensat.
Menurut Hensat, Sepakbola Indonesia masih punya kesempatan untuk maju dan juara. "Satgas mafia bola ini momentum penting dan bagus bagi kemajuan sepakbola kita. SIJ punya mimpi Sepakbola Indonesia jadi juara, nah syarat utama bila ingin juara adalah sepakbolanya harus ada, nah, organisasinya harus ada juga, jadi jangan dibubarkan. Pilih Ketua baru, buat rencana baru, hadirkan transparansi maka jalan menuju juara akan terbuka," tegas Hendri Satrio.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




