Piala Dunia U-20, Sultan HB X Janji Lengkapi Stadion Mandala Krida
Selasa, 29 Oktober 2019 | 12:31 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berjanji akan melengkapi fasilitas Stadion Mandala Krida yang ditunjuk sebagai salah satu venue untuk ajang Piala Dunia U-20 tahun 2021 mendatang. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, untuk memastikan apa saja yang perlu dipersiapkan Pemda DIY masih menunggu hasil verifikasi dari FIFA dan juga hasil dengan PSSI.
Menurut Sultan, Stadion Mandala Krida belum dilengkapi sejumlah fasilitas seperti lampu, kursi tribun penonton yang jumlahnya masih terbatas, portal pembatas penonton dengan lapangan, dan sejumlah fasilitas lainnya yang mendukung kejuaraan dunia. "Pemda pasti akan menyiapkan, tetapi masih menunggu, apa saya yang wajib disediakan. Tunggu tim verifikasinya dulu," ujar Sultan HB X Senin (28/10).
Namun, ia belum bisa memastikan apakah penyempurnaan fasilitas ini akan menggunakan dana APBD tahun 2020 mendatang, atau dianggarkan melalui APBN. "Kami sudah sanggup memenuhi itu semua. Soalnya memang tidak bisa semua fasilitas digunakan karena kursi penonton masih sebatas dari beton. Apakah nanti dari plastik atau dari apa kami lihat. Menunggu hasil dari tim verifikasi dari FIFA dn PSSI terkait kelayakannya," jelasnya.
Diketahui, PSSI menyiapkan sebanyak 10 stadion sebagai venues Piala Dunia U-20 2021. Ke-10 stadion tersebut meliputi Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Wibawa Mukti (Cikarang), Pakansari (Bogor), Patriot (Bekasi), Mandala Krida (Yogyakarta), Manahan (Solo), Jakabaring (Palembang), Si Jalak Harupat (Bandung), Gelora Bung Tomo (Surabaya) dan I Wayan Dipta (Gianyar).
Sebelumnya, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menjelaskan, dengan adanya kegiatan yang akan diselenggarakan tersebut merupakan kesempatan memotivasi masyarakat DIY untuk menjadi pegiat olahraga sepakbola. Lebih jauh lagi, nantinya diharapkan dari DIY bisa menelurkan pemain nasional. Paku Alam X menyebutkan, stadion Mandala Krida Yogyakarta masih perlu penyempurnaan untuk bisa masuk standar FIFA sebagai lapangan yang representatif digunakan untuk kejuaraan dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




