Prancis-Kroasia Ulangi Skor Final Piala Dunia 2018
Rabu, 9 September 2020 | 08:05 WIB
Paris, Beritasatu.com - Prancis kembali membuat Kroasia tidak berkutik di ajang Liga Nasional Eropa. Pada laga di Stade de France, Rabu (9/9/2020) dini hari WIB, Les Blues membantai tamunya 4-2. Kemenangan ini mengulangi hasil laga kedua tim pada final Piala Dunia 2018 di Rusia. Ketika itu, Prancis juga menang dengan skor serupa.
Kemenangan tim ayam jantan dibuka oleh Antoine Griezmann hanya dua menit sebelum turun minum sebelum digandakan oleh gol bunuh diri Dominik Livakovic menit ke-45+1. Di 45 menit kedua, dua gol lainnya disumbangkan Dayot Upamecano dan Oliver Giroud dari titik putih.
Sementara dua gol Kroasia dicetak Dejan Lovren untuk membawa mereka unggul terlebih dahulu di menit ke-15 dan Josip Brekalo menit ke-55.
Meski kalah, pelatih Kroasia Zlatko Dalic mengaku senang karena ada reaksi positif setelah kalah telak 1-4 dari Portugal pada laga sebelumnya. Hanya saja, penampilan bagus sepanjang 43 menit pertama itu kemudian diikuti oleh berkurangnya fokus pemain. Begitu juga di awal babak kedua, mereka sempat tampil bagus tetapi juga mengulangi kesalahan yang sama.
"Kami bermain luar biasa bagus pada 43 menit pertama, memiliki sejumlah peluang untuk mencetak gol kedua. Namun, kami kehilangan konsentrasi dan malah kebobolan dua gol. Itulah yang mengecewakan kami," kata Dalic sebagaimana dikutip dari Uefa.com.
Ia melanjutkan, "Di babak kedua, kami tampil bagus lagi. Kami bisa menyamakan kedudukan, tetapi kembali kecolongan dari sebuah sepak pojok. Gol ini ternyata menjadi penentu jalannya pertandingan lebih lanjut."
Sementara pelatih Prancis, Didier Deschamps juga tidak kalah senang karena bermain dengan gaya yang lebih besar. Sistem baru yang diterapkannya mulai berjalan bagus, meski akan terus dilakukan uji coba agar semakin matang.
"Selama 30 menit pertama, kami memang sangat dominan secara fisik, tetapi secara teknik tidak cukup presisi. Saya melakukan tujuh pergantian dari tim yang diturunkan pekan lalu. Kami butuh masalah karena sistem baru ini perlu uji coba ulangan supaya semakin terintegrasi dengan para pemain," jelas mantan kapten Prancis saat menjuarai Piala Dunia 1998 itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




