Hadap Juventus, Barcelona Dilanda Krisis
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:03 WIB
Barcelona, Beritasatu.com - Barcelona sedang dilanda krisis menjelang laga kedua Grup G Liga Champions melawan Juventus di Alliaz Stadium, Turin, Kamis (29/10/2020) dini hari WIB nanti. Pasalnya, mereka datang ke Turin dengan "modal" tanpa kemenangan pada tiga laga terakhir secara beruntun.
Lionel Messi dan kawan-kawan baru saja dibantai rival abadinya di Spanyol, Real Madrid, 3-1 pada laga El Clasico di Camp Nou akhir pekan lalu. Kekalahan ini membuat situasi yang tidak kondusif di internal Barcelona semakin rumit. Moral para pemain runtuh dan butuh upaya dan kerja keras untuk mengembalikan tingkat kepercayaan diri tim.
Hasil buruk yang diraih Barcelona tidak terlepas dari belum optimalnya penampilan sang kapten Lionel Messi. Pemain internasional Argentina ini baru mencetak satu gol di La Liga musim ini. Satu gol lagi di Liga Champions. Itu pun dicetak dari titik putih. Repotnya, belum ada pemain lain yang mengambil alih tugas Messi membobol gawang lawan.
Antoine Griezmann yang digadang-gadang menggantikan posisi Luis Suarez, dan menggantikan Messi ketika sedang tumpul, tidak sesuai ekspektasi. Penampilan penyerang Timnas Prancis ini jauh di bawah standar. Ini yang memaksa Ronald Koeman mencadangkannya pada El Clasico akhir pekan lalu. Koeman lebih memilih pemain muda, Pedri untuk dipasang bersama Philippe Coutinho, Messi, dan Ansu Fati.
Di lini belakang, terutama di sektor bek tengah, Barcelona juga menyisakan masalah besar. Persoalan tersebut terlihat jelas ketika Clement Lenglet melakukan pelanggaran terhadap Sergio Ramos yang berujung pada penalti akhir pekan lalu. Pekan sebelumnya, kesalahan serupa dilakukan Frenkie de Jong yang juga berakhir dengan penalti dan menyebabkan Barcelona kalah 0-1 dari Getafe.
Lubang di lini tengah ini akan makin menganga karena Gerard Pique absen saat melawan Juventus, setelah pada laga pertama pekan lalu melawan Ferencvaros di Camp Nou menerima kartu merah. Posisinya akan diisi bek muda minim pengalaman, Ronald Araujo. Hanya posisi bek kiri dan kanan Barcelona yang relatif cukup aman, setelah Jordi Alba pulih dari cedera dan penampilan apik bek pendatang baru Sergino Dest di kanan.
Di luar lapangan, Barcelona memiliki persoalan lebih besar. Hubungan antara manajemen, terutama Presiden Josep Maria Bartomeu, dengan para pemain tim utama tidak harmonis. Belum lagi mosi tidak percaya terhadap Bartomeu masih bergulir satu tahun sebelum masa jabatannya berakhir yang berbuntut pada pengunduran dirinya menjelang laga melawan Juventus ini.
Karena itu, bila ingin memetik tiga poin di kandang, maka Juventus harus bisa mengeksploitasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki Barcelona tersebut pada laga nanti. Tripoin dari laga ini akan semakin memuluskan langkah pasukan Andrea Pirlo melaju ke babak selanjutnya. Sebab, bila menang, mereka mengantongi enam poin setelah pada laga pertama pekan lalu juga memetik kemenangan atas tuan rumah Dynamo Kiev.
Tidak Bagus
Hanya saja, kondisi Juventus juga sebetulnya tidak bagus-bagus amat. Pada lima laga terakhir, mereka memang belum terkalahkan, tetapi hanya memetik dua kemenangan dan tiga laga lainnya berakhir imbang. Pada periode yang sama, Barcelona juga hanya memetik dua kemenangan, tetapi dua kali kalah dan sekali imbang. Akhir pekan lalu, misalnya, ketika Barcelona kalah 1-3 dari Real Madrid, Juventus hanya bermain imbang 1-1 saat menjamu tim lemah Hellas Verona.
Lagi pula, rekor pertemuan kedua raksasa Eropa itu masih diungguli Barcelona. Dari 11 kali pertemuan, Barcelona empat kali menang, sedangkan Juventus baru tiga kali menang atas Barcelona. Empat laga sisa berakhir imbang. Kemenangan terakhir Bianconeri atas Blaugrana terjadi pada 12 Oktober 2017 di ajang Liga Champions. Ketika itu, mereka menang 3-0. Namun dalam tiga tahun terakhir, pada empat pertandingan, mereka tidak pernah lagi bisa mengalahkan Barcelona. Sebaliknya, Barcelona dua kali menang dan dua kali ditahan imbang Juventus.
Karena itu, La Vecchia Signora harus tetap hati-hati saat menjamu Barcelona. Sebab, pasukan Ronald Koeman ini bukan tidak mungkin akan datang seperti singa yang terluka. Mereka sedang mencari momentum untuk mengembalikan mental yang tengah runtuh. Dan, menang atas Juventus adalah kesempatan yang tepat untuk menaikkan lagi semangat tim yang sedang drop.
Sebaliknya, bila nanti kalah di Turin, Barcelona akan semakin terpuruk. Tugas Ronald Koeman pun akan makin berat dan kursi pelatih yang didudukinya akan menjadi panas. Sebab, sudah sangat biasa di dunia sepakbola bahwa bila sebuah tim mengalami kekalahan beruntun maka sang pelatih didesak untuk dipecat, seperti yang dialami Zinedine Zidane sebelum memetik kemenangan di Camp Nou akhir pekan lalu.
Koeman pun siap-siap mengalami desakan serupa. Bila tidak ingin seperti itu, maka satu-satunya cara terbaik adalah memetik kemenangan atas Juventus. Meski tidak mudah, hasil positif akan mengangkat Azulgrana keluar dari krisis yang ada dan meringankan pekerjaan Koeman di Camp Nou pada hari-hari ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




