Barcelona Tak Boleh Lagi Bergantung Hanya kepada Messi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.5)   |   COMPOSITE 6289.65 (-45.86)   |   DBX 1346.19 (-8.79)   |   I-GRADE 181.205 (-1.12)   |   IDX30 507.3 (-4.09)   |   IDX80 137.13 (-1.48)   |   IDXBUMN20 404.453 (-4.9)   |   IDXESGL 139.923 (-1.06)   |   IDXG30 143.928 (-1.24)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-2.85)   |   IDXQ30 145.336 (-0.72)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.72)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-6.01)   |   IDXV30 137.088 (-2.74)   |   INFOBANK15 1041.31 (0.22)   |   Investor33 435.377 (-2.39)   |   ISSI 184.679 (-1.78)   |   JII 634.506 (-8.66)   |   JII70 224.071 (-2.82)   |   KOMPAS100 1224.8 (-11.07)   |   LQ45 952.541 (-8.28)   |   MBX 1705.32 (-12.79)   |   MNC36 322.487 (-2.04)   |   PEFINDO25 325.966 (-2.12)   |   SMInfra18 310.375 (-4.7)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.11)   |  

Barcelona Tak Boleh Lagi Bergantung Hanya kepada Messi

Selasa, 3 November 2020 | 16:20 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Barcelona, Beritasatu.comBarcelona menjalani musim yang terjal di kompetisi La Liga tahun ini. Lihatlah di klasemen. Tim yang biasanya tak jauh dari posisi empat besar La Liga, kini terjerembab di urutan ke-12. Posisi yang sangat tidak pantas dihuni klub dengan 26 trofi juara Spanyol.

Perjalanan Barcelona yang tidak mulus tahun ini sebenarnya sudah bisa diprediksi sejak musim lalu. Kondisi mental El Barca benar-benar ambruk usai dihajar jagoan Jerman, Bayern Muenchen, 2-8, di perempat final Liga Champions.

Kehebohan pun berlanjut dengan ungkapan sang bintang super mereka, Lionel Messi, usai tumbang dengan skor memalukan di Lisabon itu. Messi yang tengah sangat frustrasi mengaku ingin hengkang dari klub yang telah membesarkan namanya itu.

Namun dia kemudian mengurungkan niatnya, lantaran klausul kontrak yang membuatnya harus membayar sejumlah denda cukup tinggi, jika meninggalkan Barcelona sebelum kontraknya habis.

Keberhasilan “mempertahankan” Messi justru menjadi awal kesalahan Barcelona di bawah rezim Ronald Koeman, pelatih yang menggantikan Quique Setien, sang sutradara yang membuat Barcelona mengalami kekalahan paling memalukan sepanjang sejarah keikutsertaan klub itu di Liga Champions.

Koeman yang semula siap mengawali era Barcelona tanpa Messi, justru membuatnya kembali menjadi pemain sentral.
Lima tahun silam, Messi mungkin masih sanggup mengemban tugas itu. Namun kini, semangatnya sudah jauh berbeda.

Kondisi tak kondusif ini pun terlihat dalam performa mereka saat mengarungi musim 2020/21. Barcelona yang terlalu bergantung kepada Messi, memang tampak perkasa pada dua laga awal musim.

Mereka menundukkan Villarreal 4-0, serta menang 3-0 di kandang Celta Vigo. Messi mencetak satu gol dari tujuh gol yang dihasilkan.

Memasuki pekan ketiga, upaya Barcelona menggaet poin maksimal mulai tersendat. Bermain di kandang sendiri, Stadion Camp Nou, Azulgrana hanya mampu bermain imbang ketika menjamu Sevilla. Barcelona bahkan tertinggal lebih dulu sebelum Philippe Coutinho menyamakan kedudukan dua menit setelah gawang Neto dijebol Luuk De Jong.

Jalan kian terjal bagi Barca ketika secara mengejutkan mereka tumbang di markas Getafe. Kekalahan ini menjadi tak begitu menyedihkan setelah beberapa hari kemudian, mereka menang telak atas klub yang namanya sangat asing di ajang Liga Champions, Ferencvaros dari Hungaria.

Namun kemenangan atas klub yang berbasis di Budapest itu ternyata cuma hiburan sekejap. Di kompetisi dalam negeri, Barcelona justru mengalami bencana.

Mereka kembali menelan kekalahan dalam partai sarat gengsi El Clasico melawan Real Madrid. Ansu Fati memang mampu menyamakan kedudukan tiga menit setelah Barcelona tertinggal oleh gol cepat Federico Valverde saat laga baru berjalan lima menit.

Namun dua gol yang dilesakkan Sergio Ramos dari titik penalti serta Luka Modric memanfaatkan aksi Rodygo membuat Barcelona harus rela menelan kekalahan 1-2. Ini untuk kedua kali Barcelona kalah di La Liga musim ini.

Barcelona tak juga bisa bangkit di La Liga setelah dalam pertandingan pekan keenam hanya bermain imbang 1-1 melawan Deportivo Alaves. Pasukan Ronald Koeman juga tertinggal lebih dulu dalam partai di Stadion Mendizorroza ini. Antoine Griezmann menyelamatkan timnya dari kekalahan dengan respons cepat dua menit setelah gol tuan rumah.

Hasil di kandang Alaves ini cukup mengejutkan, karena tiga hari sebelumnya Lionel Messi dan kawan-kawan sukses mempermalukan tuan rumah Juventus 2-0 di ajang Liga Champions.

Hasil buruk Messi dan kawan-kawan terlihat di klasemen. Mereka kini terpuruk di urutan ke-12 dengan raihan hanya delapan poin atau tertinggal sembilan poin oleh Real Sociedad yang kini memimpin klasemen.

Dengan Real Madrid yang berada di posisi kedua, Barcelona berselisih delapan poin. Meski Real Madrid sudah menjalani tujuh pertandingan sementara Barca baru enam, selisih delapan poin tetaplah selisih yang cukup besar.

Lantas apa sebenarnya masalah yang dialami Barca sehingga hasil yang mereka petik di La Liga sangat mengecewakan musim ini. Pertama, tentu saja keputusan Ronald Koeman yang tetap menjadikan Messi sebagai sentral permainan timnya musim ini.

Permainan yang dikembangkan Blaugrana terlalu bergantung kepada Messi. Tim-tim La Liga yang sudah sangat mengenal Barcelona pun sudah tahu bahwa performa tim ini bertumpu pada Messi.

Tim-tim Spanyol pun sudah hafal jika mereka berhasil mematikan Messi, maka setengah atau bahkan tiga per empat masalah mereka selesai.

Masalah lainnya adalah kondisi mental Messi yang sebenarnya sudah jenuh berada di Barcelona. Ibaratnya, fisik Messi ada di Barcelona, namun hatinya sudah tak lagi berada di klub Catalan itu. Masalah ini sebenarnya sudah tercium sejak dia menyatakan ingin keluar dari Barcelona usai kekalahan menghadapi Bayern Muenchen di Liga Champions, Agustus lalu.

Tak ada yang bisa diharapkan dari pemain dengan kondisi mental demikian. Messi juga memprotes sikap Barcelona yang “membuang” sahabat sekaligus mitranya di barisan depan Luis Suarez. Tanpa penyerang Uruguay itu, Messi seolah kehilangan “setengah jiwanya” dalam melakukan serangan ke daerah lawan. Dia seperti terkesan bermain hanya untuk menyelesaikan kontrak hingga akhir musim ini.

Saat ditahan imbang Alaves, Messi sempat meluapkan rasa frustrasinya dengan menendang bola ke arah wasit pada menit ke-39. Beruntung, bola tendangannya tersebut tidak mengenai sang pengadil lapangan.

Messi sendiri bermain sepanjang 90 menit pada laga ini, tetapi gagal tampil cemerlang dan tidak mencetak satu gol pun untuk membantu timnya membawa pulang tiga poin ke Barcelona.

Selain itu, usia Messi juga kini tak lagi muda. Catatan statistik menunjukkan tendangan-tendangannya ke gawang lawan tak lagi akurat.

Sejauh ini dia hanya mampu mencetak tiga gol di semua kompetisi. Itu pun semuanya dari titik penalti. Belum ada gol yang dia ciptakan dari permainan terbuka.

Dalam 720 menit total penampilannya musim ini, Messi telah melakukan 35 upaya mencetak gol dari permainan terbuka namun tak satupun berhasil menjebol gawang lawan.

Tendangan bebas yang biasanya menjadi andalan Messi membobol gawang lawan atau menjadi awal terjadinya gol juga belum muncul musim ini.

Kondisi internal Barcelona juga tengah goyah saat ini. Presiden Klub, Josep Maria Bartomeu, dan “kabinetnya” memutuskan mundur. Itu berarti posisi Ronald Koeman pun tak sekuat sebelumnya.

Upayanya mempertahankan jabatan sebagai pelatih pun akan sangat bergantung pada hasil yang dipetik tim di lapangan. Itu berarti dia harus melakukan perubahan dalam permainannya. Hal utama yang harus dilakukannya adalah tak lagi menggantungkan permainan timnya hanya kepada Messi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Antonio Conte Dua Kali Ditawari Latih Real Madrid

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte mengungkapkan bahwa dirinya dua kali ditawari melatih Real Madrid. Kini ia fokus bersama Inter melawan Real Madrid.

BOLA | 3 November 2020

Koeman Kemungkinan Istirahatkan Messi Lawan Dynamo Kiev

Pelatih Barcelona Ronald Koeman berencana memberi waktu istirahat kepada Lionel Messi pada laga melawan Dynamo Kiev di Camp Nou, Kamis (5/11/2020) dini hari WIB

BOLA | 3 November 2020

Eric Dier Siap Bantu Dele Alli

Eric Dier akan membantu rekan satu timnya, Dele Alli, untuk menemukan kembali permainan terbaiknya di Tottenham Hotspur.

BOLA | 3 November 2020

Real Madrid vs Inter Milan: Trio Benzema, Hazard, Asensio Tebar Ancaman

Baik Real Madrid dan Inter Milan sama-sama mengincar kemenangan pertama di laga ini setelah belum meraih kemenangan di dua Rlaga grup.

BOLA | 3 November 2020

Diego Maradona Dilarikan ke Rumah Sakit di La Plata

Legenda sepakbola Argentina, Diego Armando Maradona, dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sakit yang serius.

BOLA | 3 November 2020

Leicester Jinakkan Leeds United di Elland Road

Leicester City kembali ke peringkat kedua klasemen sementara setelah membantai tuan rumah Leeds United 4-1 di Elland Road, Selasa (3/11/2020).

BOLA | 3 November 2020

Real Madrid vs Inter, Zinedine Zidane: Ini Final

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane memprediksi timnya akan menjalani partai sulit lainnya saat melawan Inter asuhan Antonio Conte di Liga Champions.

BOLA | 2 November 2020

Atalanta Bisa Jadi Mimpi Buruk Liverpool

Pertemuan nanti adalah yang pertama antara kedua tim sepanjang sejarah.

BOLA | 2 November 2020

Prediksi Manchester City Vs Olympiacos

Kendati belum bisa menurunkan formasi terbaiknya, Manchester City diunggulkan bisa memetik poin penuh saat menjamu Olympiacos Piraeus.

BOLA | 3 November 2020

Roy Keane Nilai Pemain MU Tidak Berkualitas

Mantan kapten MU, Roy Keane menilai, para pemain MU saat ini tidak berkualitas dan tidak memiliki antusiasme dalam bermain bola.

BOLA | 2 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS