ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

1 Tahun Prabowo-Gibran: Lumbung Pangan bagi Ketahanan Nasional

Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:27 WIB Keberadaan lumbung pangan tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
Keberadaan lumbung pangan tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. (Kantor Komunikasi Kepresidenan/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Swasembada pangan menjadi cita-cita Presiden Prabowo Subianto setelah resmi menjabat sebagai presiden ke-8 Republik Indonesia (RI) sejak 20 Oktober 2024. Bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, cita-cita swasembada pangan itu termaktub dalam Asta Cita poin kedua.

Selain swasembada pangan, pada poin kedua itu juga termaktub pemantapan sistem pertahanan negara, serta mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada air, swasembada energi, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Untuk mewujudkan swasembada pangan, Prabowo juga merumuskan Quick Wins Pembangunan Nasional 2025-2029. Pada poin ketiga quick wins, termaktub program mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan, desa, daerah, dan nasional. Quick wins tersebut akan mendorong pemerintah merealisasikan swasembada pangan.

ADVERTISEMENT

Pada awal kepemimpinan Prabowo, program mencetak lahan pertanian dan meningkatkan jumlah lumbung pangan digaungkan dengan program cetak sawah ekstentifikasi (cetak sawah baru) dan intensifikasi (meningkatkan hasil lahan existing), serta lumbung pangan masyarakat (LPM).

Tahapan swasembada pangan dimulai pada 2024 dengan fokus perencanaan dan pompanisasi lahan seluas 1 juta hektare. Pada 2025, produksi ditargetkan meningkat sebesar 2,5 juta ton dan melanjutkan pompanisasi 1 juta hektare lahan. Hingga Juni 2025, seluas 85.000 hektare lahan telah terwujud dengan realisasi mencapai 37,8% dari target seluas 225.000 hektare.

Sementara pada 2026, program cetak sawah ditargetkan mencapai 480.000 hektare dan produksi pangan diproyeksi naik hingga 5 juta ton. Kemudian pada 2029, ditargetkan program cetak sawah mencapai 3 juta hektare dan ditargetkan meningkat produksi pangan hingga 12,5 juta ton.

Target Program Cetak Sawah 2025-2029 - (Beritasatu.com/Datasatu.com/Rio Siswono)
Target Program Cetak Sawah 2025-2029 - (Beritasatu.com/Datasatu.com/Rio Siswono)

Beberapa daerah di Indonesia ditargetkan menjadi lumbung pangan nasional, seperti Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Bahkan, program cetak sawah di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Merauke, Papua Selatan, telah panen pada Juli 2025.

Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan perkembangan proyek cetak sawah nasional yang terus dipercepat. Selain mendorong produksi pangan, proyek cetak sawah ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Ke depan, Wanam akan kita siapkan menjadi salah satu lumbung pangan terbesar, bukan hanya untuk Indonesia tetapi juga dunia. Dengan modernisasi pertanian dan tata kelola irigasi yang baik, lahan ini akan semakin produktif dan menyejahterakan masyarakat,” jelas Amran ketika panen.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu 24 November 2024. - (Kementan/Istimewa)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan kerja di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu 24 November 2024. - (Kementan/Istimewa)

Pada lahan seluas 4 hektare di Wanam akan menghasilkan 2,5-2,8 ton gabah kering per hektare, meski masih menggunakan sistem tanam hambur. Ke depan, produktivitas ini diyakini bisa meningkat dengan penerapan sistem tanam jajar legowo, pemupukan tepat waktu, serta perawatan berbasis teknologi pertanian modern.

Peningkatan cetak sawah hingga panen di berbagai daerah Indonesia berdampak pada stok beras Tanah Air. Dalam 11 bulan pertama pemerintahan Presiden Prabowo, stok beras nasional menjadi yang tertinggi sejak Indonesia merdeka.

“Peningkatan produksi kita tertinggi nomor dua dunia. Itu kata FAO (Food and Agriculture Organization) dan negara-negara lain mengapresiasi kita. Karena di saat kondisi pangan dunia tidak baik-baik saja, Indonesia mampu surplus," ucapnya.

Ia berharap dalam waktu dekat Indonesia akan swasembada pangan. “Mudah-mudahan tidak ada hal melintang sehingga Indonesia bisa swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya," kata Amran.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional saat ini telah mencapai 33,1 juta ton. Amran memperkirakan total produksi beras pada akhir tahun dapat menembus 34 juta ton. Angka tersebut, katanya, meningkat signifikan dibandingkan produksi tahun lalu yang menyentuh angka 30 juta ton.

Ilustrasi beras. - (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)
Ilustrasi beras. - (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Ia menambahkan, capaian produksi beras nasional pun telah melampaui target yang sebelumnya ditetapkan oleh Komisi IV DPR dan Kementerian Keuangan, yakni sebesar 32 juta ton.

Dengan realisasi produksi yang sudah mencapai 33,1 juta ton, Kementerian Pertanian optimistis angka tersebut akan meningkat menjadi setidaknya 34 juta ton pada akhir tahun.

Amran menilai capaian tersebut menjadi kabar baik bagi para petani Indonesia, sebab terdapat peningkatan produksi sekitar 4 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ini kabar baik untuk petani Indonesia, jadi ada peningkatan 4 juta ton (dari 30 juta ton menjadi 34 juta ton)," ungkap Amran.

Baca Juga: 1 Tahun Prabowo-Gibran: Oktober 2024 Retret di Magelang
 

Target dan Realisasi Produksi Pangan

Pemerintah menetapkan target peningkatan produksi sejumlah komoditas utama pangan nasional pada periode 2025 hingga 2026. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung kemandirian pangan.

Pada 2025, produksi beras ditargetkan mencapai 32,80 juta ton, sementara pada 2026 meningkat menjadi 33,80 juta ton. Komoditas jagung juga mengalami lonjakan signifikan, dari 15,25 juta ton pada 2025 menjadi 22,70 juta ton pada 2026.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Arah Baru Pembangunan Infrastruktur Era Pemerintahan Prabowo

Arah Baru Pembangunan Infrastruktur Era Pemerintahan Prabowo

NASIONAL
Survei Indikator: 77 Persen Publik Cukup Puas dengan Kinerja Prabowo

Survei Indikator: 77 Persen Publik Cukup Puas dengan Kinerja Prabowo

NASIONAL
1 Tahun Prabowo: 38,8 Persen Publik Nilai Ekonomi Rumah Tangga Membaik

1 Tahun Prabowo: 38,8 Persen Publik Nilai Ekonomi Rumah Tangga Membaik

EKONOMI
Purbaya Ungkap 1 Tahun Prabowo Timbulkan Optimisme

Purbaya Ungkap 1 Tahun Prabowo Timbulkan Optimisme

EKONOMI
Luhut Komentari Ekonomi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto

Luhut Komentari Ekonomi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto

EKONOMI
Isu Politik–Hukum Sepekan: 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Isu Politik–Hukum Sepekan: 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon