ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AHY Fokus Tangani Penurunan Muka Tanah dan Banjir Rob di Pantura Jawa

Rabu, 8 Januari 2025 | 19:00 WIB
MF
R
Penulis: Muhammad Farhan | Editor: RZL
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Beritasatu.com)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan pemerintah tengah memprioritaskan penanganan penurunan muka tanah (land subsidence) dan banjir rob di kawasan Pantai Utara Pulau Jawa. Fenomena ini terjadi akibat eksploitasi berlebihan terhadap air tanah yang menimbulkan dampak serius bagi masyarakat pesisir.

"Land subsidence yang menyebabkan banjir rob, seperti di pantai utara Jakarta, bukan hanya menjadi masalah Jakarta, tetapi juga terjadi di Semarang dan Demak, Jawa Tengah," ujar AHY dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Infrastruktur, Rabu (8/1/2025).

AHY menyampaikan selain kawasan Jawa Tengah, pihaknya juga berencana melakukan peninjauan hingga wilayah Indonesia Timur. Namun, saat ini perhatian utama tetap pada wilayah Pantai Utara Pulau Jawa secara keseluruhan.

ADVERTISEMENT

"Kita juga akan meninjau wilayah lainnya, tetapi prioritasnya saat ini adalah Pantai Utara Jawa," jelasnya.

Salah satu solusi jangka panjang yang tengah dikaji adalah pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di Pantai Utara Jakarta. Proyek yang masuk kategori megainfrastruktur ini telah direncanakan sejak dua tahun terakhir dan kini memasuki tahap feasibility study untuk memastikan perhitungan anggaran dan dampak lingkungannya.

"Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar fokus utama tetap pada pembangunan giant sea wall di Pantai Utara Jakarta," kata AHY.

AHY menyoroti pentingnya pengendalian land subsidence yang disebabkan oleh penyedotan air tanah secara berlebihan. Untuk itu, pemerintah juga menimbang pengembangan suplai air bersih dan sistem pengolahan air limbah (sewerage system).

"Kita upayakan suplai air bersih dari Jatiluhur dan Karian, serta normalisasi 13 sungai di Jakarta. Selain itu, sistem sewerage juga diperbaiki agar tidak menciptakan masalah baru saat tanggul raksasa dibangun," ungkap AHY.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Terancam Tenggelam, Pekalongan Diusulkan Masuk Prioritas Giant Sea Wall

Terancam Tenggelam, Pekalongan Diusulkan Masuk Prioritas Giant Sea Wall

JAWA TENGAH
BMKG: Ancaman Banjir Rob di Jakarta Utara Terus Meningkat

BMKG: Ancaman Banjir Rob di Jakarta Utara Terus Meningkat

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon