Kondisi Jasad Tidak Utuh Jadi Kendala Proses Identifikasi Korban Kebakaran Glodok Plaza
Minggu, 19 Januari 2025 | 18:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Proses identifikasi korban kebakaran Glodok Plaza, Jakarta Barat, hingga kini belum selesai. Sebanyak delapan kantong jenazah yang dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati masih menunggu data antemortem dari keluarga korban.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Metro dokter Imam menjelaskan, kondisi jasad yang ditemukan di lokasi kebakaran tidak utuh sehingga menyulitkan identifikasi.
"Kami menemukan potongan-potongan tubuh korban. Proses identifikasi membutuhkan data antemortem dari keluarga untuk mencocokkan DNA," ujar dokter Imam, Minggu (19/1/2025).
Kondisi jasad yang tidak utuh mempersulit penggunaan metode identifikasi lain, seperti sidik jari atau pemeriksaan gigi. Terkait hal itu, tim DVI mengimbau keluarga korban segera memberikan dokumen pendukung, seperti KTP, kartu keluarga, atau data medis.
"Kami juga akan melakukan tes DNA jika data antemortem sudah diterima," tambah dokter Imam.
Hingga Minggu (19/1/2025) sore, Rumah Sakit Polri telah menerima data DNA dari 14 keluarga yang menduga anggota keluarganya menjadi korban kebakaran. Salah satu sampel DNA dari keluarga korban di Malang telah dikirim ke Jakarta untuk pencocokan.
"Sampel DNA dari keluarga di Malang sedang dalam perjalanan menuju Jakarta," ungkap Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Fauzi.
Fauzi menambahkan, pemeriksaan awal terhadap tujuh jenazah yang diterima dari lokasi kebakaran telah selesai. Namun, kondisi jasad yang tidak utuh menjadi tantangan utama dalam proses identifikasi.
BACA JUGA
Curhat Keluarga Korban Kebakaran Glodok Plaza: Dian Pamit ke Jakarta dan hingga Kini Belum Kembali
"Beberapa sampel sidik jari tidak memungkinkan karena kondisi jenazah," jelasnya.
Kebakaran di pusat perbelanjaan Glodok Plaza terjadi pada Rabu (15/1/2025) malam. Api melahap sebagian besar bangunan, menyebabkan keruntuhan beberapa lantai dan menyulitkan proses evakuasi. Hingga kini, tim penyelamat masih melakukan pencarian korban di bawah reruntuhan puing.
Tim DVI Polri dan pihak berwenang terus berupaya mengidentifikasi korban dengan menggunakan berbagai metode, termasuk pencocokan DNA. Keluarga yang kehilangan anggota diimbau segera melapor dan memberikan data pendukung untuk mempercepat proses identifikasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




